My WordPress Blog

Tumpukan Sampah Gangguhi Kesehatan Warga Rusun PIK 2 Jaktim

Warga Rusunawa PIK 2 Penggilingan Keluhkan Tumpukan Sampah yang Mengganggu Kesehatan

Warga dari Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) PIK 2 Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang berada tidak jauh dari hunian mereka. Masalah ini sudah lama terjadi dan menyebabkan bau menyengat serta risiko kesehatan bagi penghuni.

Bau sampah tersebut bahkan tercium hingga lantai 12 bangunan rusun, sehingga memicu gangguan pernapasan pada warga, termasuk bayi dan lansia. Beberapa warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sementara yang lain merasa tidak nyaman akibat aroma dan serbuan lalat.

Penyebab dan Dampak Tumpukan Sampah

Ketua RT 06/20 Penggilingan, Nur Efendi, menjelaskan bahwa aroma busuk dari sampah menyebar hingga lantai atas gedung. Hal ini membuat sebagian besar warga memilih menutup jendela unit mereka sepanjang waktu untuk menghindari bau dan serbuan lalat. Namun, upaya tersebut sering kali sia-sia karena aromanya tetap masuk, terutama setelah hujan atau saat proses pemindahan sampah berlangsung.

“Saya hampir tidak pernah membuka jendela. Kalau dibuka, baunya menyengat dan lalat langsung masuk, apalagi habis hujan atau ada bongkaran sampah,” ujarnya.

Nur juga menyampaikan bahwa masalah ini sudah berlangsung lama dan beberapa kali viral di media sosial. Ia berharap pihak terkait segera menangani secara serius agar tidak terus mengancam kesehatan masyarakat.

Laporan Warga melalui Aplikasi Jakarta Kini

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Dalam laporan bernomor JK2601010087, pelapor menyebut bau sampah sangat menyengat hingga tercium sampai lantai 12 Rusun PIK 2 dan meminta agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.

Penjelasan dari Sudin LH Jaktim

Menanggapi keluhan warga, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Yulius Monangta, menjelaskan bahwa penutupan lokasi dilakukan agar petugas sampah gerobak tidak menumpahkan di sana. Tujuannya adalah agar petugas gerobak menaruh sampah langsung ke kompaktor (truk pemadat sampah) tanpa menimbunnya.

Namun, Monangta mengungkapkan bahwa karena lokasi tersebut tidak dijaga 24 jam, banyak petugas gerobak yang menumpahkan sampah di lokasi pada malam hari. Selain itu, ada juga warga yang membuang sampah menggunakan sepeda motor di sana.

“Sebetulnya hal-hal kayak begini setiap ada di jalan selalu seperti itu. Makanya setelah kita nol-kan, besok rencananya kita nol-kan, kita mau ngobrol nih sama pemangku wilayah setempat, gitu. Tolong carikan lagi titiknya yang lebih kondusif. Jangan seperti ini, gitu,” ujarnya.

Monangta menegaskan bahwa membersihkan sampah di sana tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas LH Jakarta Timur, tetapi juga tugas semua pemangku kepentingan. Kesadaran dari masyarakat dan petugas sampah gerobak juga sangat penting agar tidak semakin menggunung di lokasi.

“Jadi kita memang harus kerja bareng dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada di wilayah. Dari RT, RW, Pak Lurahnya. Seperti itu sih. Tujuannya apa? Supaya tadi terkendali gitu loh,” tambahnya.

Harapan Warga dan Solusi yang Diharapkan

Warga berharap agar masalah ini segera ditangani dengan langkah-langkah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Mereka juga menyarankan adanya koordinasi antara pemerintah setempat, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat agar dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Dengan penanganan yang serius dan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan tumpukan sampah di sekitar Rusunawa PIK 2 Penggilingan dapat segera diminimalisir dan tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan warga.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *