Raffi Ahmad Berikan Bantuan untuk Diding Boneng yang Rumahnya Ambruk
Presenter ternama sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, langsung merespons kabar mengenai rumah aktor legendaris Diding Boneng yang ambruk. Sebagai bentuk kepedulian, Raffi Ahmad memberikan bantuan kepada Diding Boneng melalui manajernya.
Rumah Diding Boneng yang terletak di Jalan Matraman 2, Pegangsaan, Jakarta Pusat, mengalami kerusakan parah setelah atapnya roboh. Kejadian ini terjadi pada Minggu (28/12/2025) malam. Saat itu, Diding Boneng sedang berada di luar rumah dan kaget ketika kembali dan menemukan rumahnya dalam kondisi rusak parah.
Diding Boneng mengaku bahwa rumah tersebut sudah berusia hampir 100 tahun dan merupakan kediaman orang tuanya sejak ia lahir. Ia menjelaskan bahwa tidak ada angin kencang atau hujan deras yang menyebabkan kejadian tersebut. Menurutnya, keropos pada struktur bangunan menjadi penyebab utama rumahnya ambruk.
Setelah kejadian tersebut, Diding Boneng harus mengungsi ke kantor RW setempat sementara para warga dan pekerja memperbaiki rumah yang rusak. Diding juga mengungkapkan rasa prihatinnya atas kondisi rumah yang sudah tua dan tidak mampu menahan beban waktu.
Bantuan dari Raffi Ahmad
Mengetahui hal tersebut, Raffi Ahmad langsung mengutus manajernya, Prio Bagja Anugrah, untuk mendatangi rumah Diding Boneng dan menyerahkan bantuan uang tunai. Bantuan ini disampaikan sebagai bentuk dukungan moral dan finansial bagi Diding Boneng dan keluarganya.
Prio Bagja Anugrah membagikan foto bersama Diding Boneng dan ketua RW setempat dalam unggahan Instagram Story milik @raffinagita1717. Ia menulis pesan yang penuh perhatian, mengharapkan bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban Diding Boneng dan keluarganya.
Selain itu, asisten Raffi Ahmad, Haikal Sanat, juga turut berpartisipasi dalam kunjungan tersebut. Ia membagikan video saat mendatangi rumah Diding Boneng yang masih dalam kondisi rusak. Dalam video tersebut, Haikal menjembatani komunikasi antara Diding Boneng dan Raffi Ahmad melalui panggilan telepon.
Diding Boneng tampak senang bisa berbicara langsung dengan Raffi Ahmad. Ia menyapa Raffi dengan hangat dan bertanya kapan presenter tersebut akan datang ke rumahnya. Raffi langsung menjanjikan bahwa ia akan segera berkunjung ke rumah Diding Boneng dalam waktu dekat.
Perbincangan Antara Diding Boneng dan Raffi Ahmad
Dalam percakapan tersebut, Raffi Ahmad menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa Diding Boneng. Ia berdoa agar Diding selalu sehat dan diberi rezeki yang berlimpah. “Pokonya kita doain, semoga Allah kasih rezeki dan yang penting Bapak sehat,” ujar Raffi.
Diding Boneng kemudian menyampaikan terima kasih atas perhatian Raffi Ahmad. Ia juga berharap Raffi dapat segera datang ke rumahnya. Raffi kembali mengulangi janjinya untuk segera menemui Diding Boneng dan menawarkan bantuan sesuai kemampuannya.
Haikal Sanat juga mengungkapkan bahwa dirinya hanya menyampaikan amanat dari Raffi Ahmad. Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi Diding Boneng dan keluarganya. “Sehat selalu pak Diding yang sudah menemani masa kecil kami dengan komedi yang sangat menghibur,” tulis Haikal dalam keterangan unggahannya.
Kronologi Rumah Diding Boneng Ambruk
Sebelum kejadian, tim Wartakotalive.com telah mendatangi kediaman Diding Boneng di Jalan Matraman 2, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025) siang. Benar saja, rumah Diding Boneng ambruk. Area tengah hingga belakang rumah, termasuk dapur, tidak lagi memiliki atap. Cahaya matahari langsung masuk ke bagian dalam rumah.
Diding Boneng, yang kini berusia 75 tahun, hanya bisa tertunduk lesu saat beberapa warga dan awak media mendatangi rumahnya. Ia duduk di depan rumah dengan menggunakan pakaian biru gelap dan rambut putih. Beberapa pria sibuk memperbaiki rumah yang rusak dengan bantuan pasir, semen, dan material lainnya.
Diding mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, ia sedang tidak berada di rumah. Ketika pulang, ia kaget melihat adik-adik, anak-anak, dan keponakannya menangis di depan rumah. “Ya saya kaget, saya tanya kenapa? Ternyata rumah udah ambruk. Atapnya udah gak ada, rubuh,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa tidak ada hujan atau angin kencang yang menyebabkan kejadian tersebut. Hujan terjadi pada siang hari, namun malamnya, rumah tiba-tiba ambruk karena struktur kayu yang sudah lapuk. “Jadi malamnya, tiba-tiba bunyi keropos lah. Gak lama kemudian ambruk gitu,” jelasnya.











