Video Mobil Lexus Putih dengan Pelat RI 25 Viral di Media Sosial
Sebuah video yang menayangkan mobil Lexus putih berpelat dinas RI 25 menyerobot antrean di gerbang tol Cilandak, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Aksi tersebut menuai sorotan publik karena pelat RI diketahui hanya digunakan oleh pejabat tinggi negara.
Pihak kepolisian masih memastikan kepemilikan dan penggunaan kendaraan tersebut. Hingga kini, belum dipastikan apakah Lexus berpelat RI 25 itu benar digunakan oleh pejabat yang berhak. “Kami masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait benar tidaknya kendaraan tersebut itu milik atau dikuasai instansi tersebut,” jelas Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Dhanar melanjutkan bahwa TNKB dengan kode registrasi RI memang digunakan secara khusus oleh pejabat tinggi negara. Namun, penggunaan pelat tersebut tetap harus sesuai aturan dan tidak memberikan hak istimewa dalam berlalu lintas.
Imbauan Tidak Serobot Antrean
Terkait peristiwa tersebut, Dhanar mengingatkan seluruh pengendara baik kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas untuk tetap taat mengantre. Gerbang tol hanya dapat dilalui satu kendaraan dalam satu waktu karena kondisi jalan yang sempit.
“Semestinya setiap kendaraan mengikuti antrean yang teratur, tidak menyerobot kendaraan lain karena situasi jalan yang sempit ketika melintas gardu tol tersebut. Dengan demikian perilaku pengemudi adalah tidak tertib,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tindak lanjut dengan jalur hukum untuk pelanggaran di tol saat ini difokuskan pada kecelakaan dan indikasi tindak pidana. Selain kedua jenis pelanggaran itu, tindak lanjut dilakukan dengan imbauan atau teguran saja.
“Saat ini penindakan pelanggaran lalu lintas di jalan tol dibatasi pelanggaran yang memiliki potensi kecelakaan maupun terindikasi tindak pidana, selain itu kami berikan himbauan saja,” kata dia.
Penggunaan Pelat RI 25 Sebelumnya
Pelat RI 25 bukan kali pertama menjadi sorotan publik. Pelat tersebut diketahui pernah digunakan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro pada tahun 2024 silam. Yang menjadi sorotan, mobil tersebut digunakan Satryo saat didemo oleh para pegawainya.
Dikutip dari Wartakota, ketika didemo, Satryo Soemantri Brodjonegoro diketahui meninggalkan kantornya. Momen yang terekam kamera itu pun viral di media sosial. Satu di antaranya diunggah oleh Tokoh Militer, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Suryo Prabowo.
Lewat status instagramnya, @suryoprabowo2011, terlihat detik-detik Satryo Soemantri Brodjonegoro meninggalkan kantornya. Dalam video tersebut, awalnya Menteri Dikti Saintek yang diangkat Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024 itu berjalan kaki dengan pengawalan ketat petugas keamanan. Bersamaan dengan langkah kakinya menuju mobil berpelat nomor RI 25, riuh rendah suara pegawai Kemendikti Saintek terdengar. Mereka meneriakan kalimat protes.
Bersamaan dengan itu, teriakan ‘turun’ pun menggema area parkir yang terletak di sisi belakang gedung Kemendikti Saintek. Dalam tayangan tersebut, awalnya Satryo membuka kaca dan melambaikan tangan. Namun, aksinya itu justru membuat para pegawai berpakaian serba hitam semakin bersemangat. Mereka mendekati mobil dan hampir menutup jalur keluar mobil yang ditumpanginya.
Postingan tersebut pun menuai kritik dari masyarakat. Beragam tanggapan pun bersusulan mengisi kolom komentar.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, sebuah mobil Lexus berpelat dinas RI 25 menyerobot antrean di pintu Tol Cilandak. Video yang merekam kejadian itu diunggah oleh akun Instagram @62dailydose, Selasa (30/12/2025). “Lokasi gerbang Tol Cilandak. Diduga mobil milik Menteri Kebudayaan main potong pemobil lain,” tulis akun tersebut.
Video tersebut menunjukkan mobil putih itu dalam posisi menyerong di depan mobil perekam yang sedang mengantre di pintu gerbang tol. “Macet pak, RI 25 tuh apa sih?” kata perekam yang terdengar dari video.
Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono membenarkan bahwa nomor tanda kendaraan RI 25 sedianya digunakan oleh pejabat negara. “TNKB dengan Kode registrasi RI digunakan secara khusus untuk Pejabat Tinggi Negara. Kami masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait benar tidaknya kendaraan tersebut itu milik atau dikuasai instansi tersebut,” ujar Dhanar saat dikonfirmasi, Jumat (1/1/2026).
Ia menjelaskan, gerbang tol tersebut memang tidak menyediakan tempat pembayaran. Kompas.com berupaya mengonfirmasi kepemilikan mobil ini kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Humas Kementerian Kebudayaan Septian Tito. Namun, belum ada tanggapan resmi yang diberikan keduanya terkait peristiwa ini.











