My WordPress Blog
Budaya  

Ical Tanjung Mengupas Makna di Balik Sinematografi Film Legenda Kelam Malin Kundang

Pemahaman Mendalam tentang Sinematografi di Film Legenda Kelam Malin Kundang (2025)

Sinematografi adalah aspek penting dalam pembuatan film yang tidak hanya menggambarkan visual, tetapi juga berperan dalam menyampaikan emosi dan pesan dari cerita. Dalam film Legenda Kelam Malin Kundang (2025), sinematografi dipilih dengan sangat cermat untuk memperkuat narasi dan karakter. Berikut beberapa fakta menarik yang diungkap oleh Ical Tanjung, ICS, Director of Photography film tersebut.

1. Gerak Kamera Mengikuti Karakter

Ical Tanjung menjelaskan bahwa gerak kamera dirancang agar bisa mengikuti alur perjalanan karakter. Hal ini bertujuan untuk memberi kebebasan kepada para pemain dalam berekspresi tanpa terganggu oleh teknis. Menurutnya, ketergangguan teknis harus diminimalkan agar para aktor dapat lebih fokus pada pengembangan karakter mereka.

“Kita ingin pemain bebas melakukan perannya di lokasi, dengan meminimalisir gangguan teknis,” ujar Ical Tanjung. Dengan pendekatan ini, para pemain dapat lebih mudah memasuki dunia karakter mereka, sehingga emosi yang disampaikan lebih alami dan kuat.

2. Posisi Karakter Alif di Tengah Frame

Salah satu teknik yang digunakan dalam film ini adalah posisi Alif (diperankan oleh Rio Dewanto) selalu berada di tengah frame. Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang yang luas bagi karakter dan membuat penonton lebih mudah mengikuti perjalanan hidupnya.

“Kita ingin penonton melihat karakter kita, masuk ke dalam karakternya, dan ikuti kisah hidupnya,” tambah Ical Tanjung. Teknik ini juga menggunakan lensa wide angle untuk mendekatkan kamera ke pemain, sehingga jarak emosional antara pemain dan penonton tetap terjaga.

3. Penggunaan Adegan Tanpa Cut to Cut

Ical Tanjung menjelaskan bahwa penggunaan cut to cut dalam adegan dialog sering kali mengganggu alur emosi yang dibawakan oleh pemain. Oleh karena itu, dalam film ini, kamera digunakan untuk berpindah secara cepat antar karakter tanpa memotong emosi yang sudah disampaikan.

“Kita mencoba membuat adegan tanpa terputus emosinya. Itu yang kita pelajari,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, pesan dan perasaan karakter lebih mudah tersampaikan kepada penonton, serta memberikan kesan yang lebih alami.

4. Teknis di Balik Adegan Awal Rio Dewanto Nyetir Mobil

Di adegan pertama film ini, Alif diceritakan sedang menyetir mobil di tengah hujan lebat. Uniknya, penonton seakan menjadi mata Alif. Untuk menciptakan efek ini, tim sinematografi menggunakan proyektor dan memposisikan kamera di laptonya Alif.

“Kita memposisikan kamera di laptonya Alif. Ini solusi karena ruangan sempit. Kamera diusahakan sekecil mungkin agar Rio tidak terganggu,” jelas Ical Tanjung. Selain itu, efek hujan dibuat secara manual di studio, sementara pergerakan kamera mengikuti emosi yang ditunjukkan oleh Rio Dewanto.

5. Konsep Warna yang Gloomy dan Cool

Dibandingkan dengan film sebelumnya seperti Pengepungan di Bukit Duri (2025), konsep warna dalam Legenda Kelam Malin Kundang (2025) lebih gloomy dan cool dengan dominasi warna abu-abu hingga biru. Hal ini dipilih untuk mencerminkan psikologis karakter Alif yang masih gelap dan bingung.

“Karakter Ali butuh itu, dia bertanya tentang hal yang hitam atau putih. Terus bertanya karena dia juga gak tahu siapa dia,” ujar Ical Tanjung. Meski ada kehangatan keluarga dalam cerita, suasana di sekitar Alif tetap dingin, mencerminkan ketidakmampuan Alif untuk menerima kehangatan tersebut.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *