Kehidupan Zainuddin: Kisah yang Mirip dengan Film Lion
Kisah hidup seorang pria asal Cilacap bernama Zainuddin sangat menarik perhatian masyarakat. Ceritanya terasa mirip dengan film Lion yang dirilis pada tahun 2016 silam. Film karya Garth Davis ini menceritakan kisah Saroo, seorang anak dari Khandwa, India, yang kehilangan keluarganya setelah tertidur di kereta api dan tersesat hingga jauh dari rumahnya.
Saroo berasal dari keluarga miskin dan sering membantu kakaknya, Guddu, dalam mencuri batu bara dari kereta barang untuk berdagang susu dan makanan. Setelah bekerja seharian, ia kelelahan dan tidak sengaja tertidur di dalam kereta. Akibatnya, kereta tersebut tiba di Calcutta, lokasi yang sangat jauh dari kampung halamannya. Di sana, Saroo tidak mengerti bahasa lokal dan hidup terlunta-lunta sebelum akhirnya diadopsi oleh pasangan suami istri asal Australia. Dua puluh lima tahun kemudian, Saroo memutuskan untuk mencari keberadaan saudara dan orangtua kandungnya. Dengan bantuan Google Earth, ia berhasil menemukan stasiun tempat ia naik kereta dan akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya.
Serupa dengan kisah Saroo, Zainuddin juga mengalami pengalaman yang hampir sama. Ia bisa bertemu dengan ibu kandung dan saudara-saudaranya setelah berpisah selama 32 tahun. Kisah mengharukan ini dibagikan Zainuddin di akun TikTok pribadinya, @djanuepisodeapril.
Pengalaman Zainuddin Saat Hilang
Awalnya, Zainuddin menceritakan bahwa 32 tahun lalu, saat usianya masih 6 atau 7 tahun, ia menghilang terbawa kereta api hingga sampai ke Jakarta. Ia tidak ingat nama daerah tempat tinggalnya dahulu. Yang masih lekat di ingatannya adalah masa kecilnya sebagai anak nakal dan beberapa kali mencoba kabur dari rumah. Biasanya, setiap kali Zainuddin mencoba kabur, orang tuanya selalu mencarinya hingga berhasil ditemukan. Namun, pada suatu peristiwa, ia kabur dan tidak ditemukan lagi hingga sekarang.
Alasan Zainuddin kabur bukan tanpa sebab. Ia mengaku sering mendapatkan hukuman fisik dari ayahnya saat melakukan kesalahan, termasuk dipukul menggunakan batang kayu. Zainuddin adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya membantu di sawah.
Dalam pelariannya, secara tidak sengaja ia naik ke kereta api dari stasiun yang berada di dekat rumahnya hingga ujung perjalanan di Jakarta, tepatnya di Stasiun Jakarta Kota atau yang dikenal sebagai Stasiun Beos.
Hidup di Panti Asuhan
Setibanya di Jakarta, Zainuddin bercerita bahwa ia sempat hidup terlantar selama satu minggu. Hingga akhirnya, ia dirawat di sebuah panti asuhan hingga lulus SMA. Zainuddin lalu menikah dan memiliki tiga orang anak. Di usianya yang sudah lebih dari 40 tahun, ia berusaha menemukan kembali ibu dan saudara-saudaranya.
Zainuddin berharap foto masa kecilnya dan denah stasiun yang digambarkan sesuai ingatannya dapat membantu dirinya bertemu kembali dengan keluarganya. Unggahan tersebut pun viral dan mendapat beragam komentar dari netizen, banyak yang ikut mendoakan serta menawarkan bantuan agar Zainuddin bisa menemukan keluarganya.
Lokasi Stasiun Terdeteksi
Melihat denah stasiun yang digambarkan oleh Zainuddin, salah seorang netizen mengenali lokasi pastinya dimana pria tersebut pertama kali naik kereta sebelum tersesat hingga ke Jakarta. Netizen tersebut mengenali stasiun itu adalah Stasiun Sitinggil, di Cilacap, Jawa Tengah.
Zainuddin lalu berusaha mencocokkan citra Stasiun Sitinggil di Google Earth dengan denah stasiun yang digambarnya. Ia lalu menemukan kecocokan. “Terima kasih Ya Allah atas petunjuk-Mu,” tulis Zainuddin.
Mendapatkan Nomor Telepon Ibu
Setelah mengetahui lokasi stasiun yang letaknya dekat rumah masa kecilnya, Zainuddin berhasil mendapatkan informasi soal nomor telepon ibu dan saudaranya. Air mata Zainuddin dan ibunya langsung tumpah, ketika keduanya akhirnya bisa saling bertatap muka meski hanya melalui video call.
32 tahun tak bertemu, ibunda Zainuddin histeris meminta anaknya untuk segera kembali. “Alhamdulillah kemarin dapat nomor HP ibu dan saudara kandung saya,” ucap Zainuddin. “Sudah komunikasi dengan mereka juga di video call dengan ibu,” tambahnya. “Ibu bilang ‘Balik nak! Balik!’ Saya jawab ‘Iya bu Jainudin balik, kangen ibu, kangen almarhum bapak’,” imbuhnya.
Bertemu Langsung Ibunda
Berkedara ke Cilacap bersama istri dan anak-anaknya, Zainuddin akhirnya tiba di rumah masa kecilnya. Di sana, ibunda dan saudara-saudara Zainuddin sudah menunggu di depan rumah. Mereka langsung haru menyambut kedatangan Zainuddin dan keluarga kecilnya tersebut.
“Assalamualaikum saya istrinya,” ucap istri Zainuddin sambil mencium tangan ibunda Zainuddin. Ibunda Zainuddin menyambut hangat menantu yang baru ditemuinya itu. Tak cuma itu, ia juga menciumi satu per satu anak Zainuddin.
Sementara itu, Zainuddin yang baru turun dari mobil langsung berlari memeluk sang ibunda. Ia lalu berlutut dan mencium kaki ibunya. Tangis Zainuddin dan ibunya kembali pecah.
Tak Pernah Putus Berdoa
Zainuddin dan ibunya saling berpelukan, melepaskan rindu setelah 32 tahun tidak bertemu. Tak cuma kepada ibunya, Zainuddin juga memeluk erat adiknya. Ibunda Zainuddin mengaku selama 32 tahun dirinya tidak pernah lelah berdoa kepada Allah SWT, meminta untuk kembali dipertemukan dengan anaknya.
“Tiap hari saya berdoa, Djanu cepet ketemu, cepet balik, pas ketemu Alhamdulillah, terima kasih banyak ya,” ucap ibundah Zainuddin menggunakan bahasa Cilacap.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











