My WordPress Blog
Budaya  

Niat Sholat Jumat: Qobliyah dan Badiyah, Cara Sholat 2 Rakaat Lengkap

Sholat Qobliyah dan Badiyah Jumat: Tata Cara dan Niat yang Harus Diketahui

Sholat Qobliyah dan Badiyah Jumat adalah dua sholat sunnah yang dianjurkan dilakukan oleh umat Muslim pada hari Jumat. Kedua sholat ini memiliki tata cara yang hampir sama, hanya saja perbedaannya terletak pada niat. Berikut penjelasan lengkap mengenai niat dan tata cara pelaksanaannya.

Niat Sholat Qobliyah dan Badiyah Jumat

Niat merupakan bagian penting dalam menjalankan sholat. Berikut adalah niat untuk masing-masing sholat:

Niat Sholat Qobliyah Jumat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الجُمُعَةِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal jumu’ati rak ataini qabliyatan lillahi ta ala.

Artinya: “Aku niat salat sunah sebelum Jumat dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Niat Sholat Badiyah Jumat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الجُمُعَةِ رَكْعَتَيْn بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal jumu’ati rak ataini ba diyatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat salat setelah Jumat dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Sholat Qobliyah dan Badiyah Jumat

Tata cara sholat Qobliyah dan Badiyah Jumat memiliki kesamaan, tetapi berbeda dalam niatnya. Berikut langkah-langkahnya:

Rakaat Pertama

  1. Membaca niat sesuai dengan jenis sholat (Qobliyah atau Badiyah).
  2. Membaca Takbiratul Ihram.
  3. Membaca Doa Iftitah.
  4. Membaca surat Al-Fatihah.
  5. Membaca surat pendek dari Al-Quran, misalnya Al-Kafirun.
  6. Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.

    Artinya: “Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”
  7. I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:

    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami Allahu liman hamidah.

    Artinya: “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.”

    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbana walakal hamdu.

    Artinya: “Rabb kami, milik-Mu segala pujian.”
  8. Sujud dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  9. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
  10. Sujud lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  11. Berdiri lagi untuk rakaat kedua.

Rakaat Kedua

  1. Membaca Surah Al-Fatihah.
  2. Membaca surah pendek, misalnya Al-Ikhlas.
  3. Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.

    Artinya: “Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”
  4. I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:

    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami Allahu liman hamidah.

    Artinya: “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.”

    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbana walakal hamdu.

    Artinya: “Rabb kami, milik-Mu segala pujian.”
  5. Sujud dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  6. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
  7. Sujud lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  8. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah.

    Berikut bacaan Tasyahud Akhir:

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Artinya: “Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”
  9. Salam.
  10. Membaca doa sholat.

Amalan yang Dianjurkan Sebelum dan Sesudah Sholat Jumat

Selain sholat Qobliyah dan Badiyah, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum dan sesudah sholat Jumat, antara lain:

  • Mandi, berpakaian rapi, memakai wewangian dan bersiwak (menggosok gigi).
  • Meninggalkan transaksi jual beli ketika adzan sudah mulai berkumandang.
  • Menyegerakan pergi ke masjid.
  • Melakukan shalat-shalat sunnah di masjid sebelum shalat Jumat selama Imam belum datang.
  • Tidak melangkahi pundak-pundak orang yang sedang duduk dan memisahkan/menggeser mereka.
  • Berhenti dari segala pembicaraan dan perbuatan sia-sia apabila imam telah datang.
  • Hendaklah memperbanyak membaca shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW pada malam Jumat dan siang harinya.
  • Memanfaatkannya untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa karena hari Jumat adalah waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *