Isu John Herdman sebagai Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
Beberapa waktu terakhir, nama John Herdman kembali muncul sebagai salah satu kandidat kuat yang akan menjabat sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Hal ini terjadi setelah pengalamannya dalam membawa Kanada melaju ke Piala Dunia 2022 menjadi perhatian besar. Berbagai media internasional juga telah menyebutkan bahwa ia sedang diincar oleh beberapa negara untuk mengisi posisi pelatih. Salah satunya adalah Honduras dan Jamaika, yang sebelumnya sempat mempertimbangkan jasa Herdman.
PSSI, yang saat ini sedang mencari pelatih baru untuk Timnas Indonesia, juga dikabarkan sedang melakukan wawancara dengan beberapa kandidat potensial. Dalam hal ini, salah satu kriteria yang diperlukan adalah sosok pelatih berpengalaman yang mampu membawa tim ke ajang Piala Dunia. Nama John Herdman pun kembali menggema karena ia berhasil membawa Kanada tampil di Piala Dunia setelah absen selama 36 tahun. Keberhasilan ini membuatnya menjadi calon yang sangat menarik.
Jordi Amat, bek Timnas Indonesia, memberikan respons terhadap isu tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih sebatas rumor dan belum ada keputusan resmi dari pihak PSSI. Meski begitu, ia tetap berharap agar siapa pun yang nantinya dipilih sebagai pelatih Timnas Indonesia adalah pilihan terbaik.
“Saat ini itu cuma rumor, seperti yang saya bilang sebelumnya di interview, saya harap itu keputusan terbaik untuk Indonesia untuk Timnas Indonesia,” ujar Jordi Amat kepada awak media.
Ia menekankan bahwa Timnas Indonesia harus bangkit kembali dan memiliki target yang lebih tinggi ke depannya. Salah satu tujuan utamanya adalah mampu bersaing di Piala Asia 2027 dan bahkan lolos ke Piala Dunia 2030. Selain itu, Timnas Indonesia juga akan tampil di turnamen baru yakni FIFA ASEAN Cup yang direncanakan bergulir pada tahun 2027.
Target Jangka Panjang Timnas Indonesia
Jordi Amat juga menyampaikan pandangannya tentang target jangka panjang PSSI untuk mencapai Piala Dunia 2030. Ia menilai bahwa target tersebut membutuhkan proses yang matang dan bertahap. “Ya, kami tahu target lolos Piala Dunia 2030 waktunya masih cukup jauh atau lama. Piala Dunia 2030 edisi berikutnya perlu kami pikirkan secara langkah demi langkah,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman masa lalu, seperti saat PSSI mengambil keputusan terlalu cepat, seperti pemecatan Shin Tae-yong pada awal 2025. PSSI kemudian menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru, namun hasilnya tidak sesuai harapan karena Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Jordi percaya bahwa Timnas Indonesia membutuhkan pelatih yang tidak hanya berkualitas teknis, tetapi juga mampu mendapatkan kepercayaan dari semua pihak. “Namun, ini menjadi penting bahwa nanti kami memiliki pelatih yang bagus. Semua orang memercayainya dan dengan pelatih baru itu, kami bisa mempersiapkan generasi berikutnya dengan baik,” ujarnya.
Harapan Terhadap PSSI dan Pelatih Baru
Dengan munculnya beberapa nama calon pelatih, termasuk John Herdman yang punya rekam jejak menarik, Jordi mengingatkan bahwa pelatih harus mampu bersaing di level tinggi. Dia menekankan bahwa meloloskan tim ke Piala Dunia adalah sebuah pencapaian, namun membangun tim yang siap bersaing di level tersebut adalah tantangan yang berbeda.
Jordi Amat juga berharap PSSI, di bawah kepemimpinan Erick Thohir, dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam pemilihan pelatih yang tepat. Ia percaya bahwa masa depan Timnas Indonesia bisa cerah jika dibangun di atas fondasi yang kuat, termasuk pemilihan pelatih yang bijak.
“Kami semua berlatih dan menunggu keputusan ini. Kami berharap akan menjadi pilihan yang bagus untuk kita semua,” kata Jordi. “Saya berharap Erick Thohir dan PSSI dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Mari berharap yang terbaik untuk kita,” tutupnya.











