My WordPress Blog

Uji Coba Lengkap Honda Step WGN



JAKARTA – Honda Step WGN secara resmi diluncurkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, yang berlangsung pada akhir Juli lalu. Kehadirannya di pasar Indonesia menarik perhatian karena menjadi MPV hybrid terbaru dari merek asal Jepang ini. Selain itu, mobil ini tetap mempertahankan ciri khas desainnya yang khas sejak pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1996.

Sejak awal, Step WGN dikenal dengan desain mengotak, fungsional, dan minim gimmick. Karakteristik tersebut tetap dipertahankan hingga generasi terbarunya yang kini hadir di Indonesia. Desain eksterior yang sederhana justru memberikan daya tarik tersendiri, karena tidak mudah lekang oleh waktu. Hal ini membuat mobil ini cocok untuk berbagai era.

Desain Eksterior

Fascia depan tampil bersih dengan gril krom yang dipadukan LED daytime running light (DRL) berbentuk huruf “L”, menjadi ciri khas Honda terbaru. Lampu utama dibuat tegak dan tegas, menegaskan bahwa desain mengotak bukan berarti monoton. Proporsi kaca yang besar memberikan kesan lapang dari luar sekaligus meningkatkan visibilitas, sebuah poin penting bagi mobil keluarga.

Lis krom tipis pada bumper menyambung hingga ke sisi samping dan belakang memberi sentuhan elegan tanpa terlihat berlebihan. Dilihat dari samping, Step WGN tetap setia pada garis-garis sederhana. Handle pintu geser konvensional dipertahankan, menonjolkan nuansa fungsional khas MPV Jepang. Desain pelek pun dibuat simpel, melengkapi tampilan bersih tanpa ambisi tampil sporty.

Bagian belakang kembali menonjolkan bentuk mengotak yang kuat. Lampu belakang vertikal mempertegas siluet bodi, sementara spoiler atap dan bumper tebal menambah kesan modern. Emblem Step WGN, Spada, dan e:HEV di pintu belakang menegaskan varian sekaligus identitas elektrifikasinya.

Kabin

Masuk ke dalam kabin, Honda Step WGN didominasi warna hitam yang memberi kesan elegan. Fokus utamanya bukan kemewahan, melainkan fungsionalitas dan kenyamanan ruang. Setir sudah bisa diatur tilt dan telescopic, memudahkan pengemudi mendapatkan posisi berkendara ideal. Panel instrumen mengusung layar digital TFT 10,2 inci, sementara sistem hiburan menggunakan layar sentuh 8 inci di tengah dasbor.

Material jok memadukan kulit dan kain. Jok terasa cukup nyaman untuk penggunaan harian. Kursi captain seat di baris kedua menjadi daya tarik utama, lengkap dengan sandaran tangan serta ottoman atau leg extender. Dengan dimensi panjang 4.830 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.845 mm, Step WGN menawarkan kabin yang lapang.

Jarak antar kursi lega dan ruang kepala terasa bebas berkat bodi yang tinggi. Captain seat baris kedua dapat digeser cukup jauh, memberi fleksibilitas pengaturan ruang. Saat kursi baris ketiga dilipat, jok baris kedua bisa direbahkan jauh ke belakang, menghadirkan posisi duduk layaknya kursi lounge. Menariknya, jok baris kedua juga bisa digeser ke arah dalam sehingga memudahkan akses ke baris ketiga tanpa perlu melipat kursi.

Baris ketiga memang tidak selembut baris kedua, namun masih cukup nyaman untuk perjalanan jauh. Keunggulannya terlihat saat jok dilipat rata dengan lantai, menciptakan ruang bagasi yang benar-benar datar dan lapang.

Rasa Berkendara

Sebagai MPV hybrid keluarga, Honda Step WGN dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang, tanpa mengesampingkan pengalaman berkendara pengemudi. Visibilitas menjadi keunggulan utama. Kaca depan besar dan posisi duduk yang tinggi membuat pandangan ke segala arah terasa lapang, dengan blind spot yang minim.

Kombinasi mesin bensin 2.0 liter dengan motor listrik menghadirkan akselerasi yang responsif namun halus. Saat berjalan dalam mode EV, kabin terasa senyap. Peralihan dari motor listrik ke mesin bensin berlangsung mulus tanpa hentakan, khas sistem hybrid e:HEV.

Meski panjang bodinya lebih dari 4,8 meter, Step WGN terasa cukup lincah. Radius putar 5,4 meter memudahkan manuver di jalan sempit maupun area parkir. Karakter setirnya mantap dan nyaman untuk penggunaan harian. Suspensi bekerja empuk saat melintasi jalan rusak, sementara stabilitas di jalan tol patut diapresiasi. Mobil terasa anteng dengan body roll yang minim, meski diajak berpindah jalur atau menikung pada kecepatan sedang.

Konsumsi BBM

Berdasarkan dua kali pengujian redaksi dengan jarak masing-masing sekitar 60 km, Honda Step WGN mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 16 km per liter berdasarkan data multi information display (MID). Pengujian dilakukan di rute kombinasi jalan tol dan dalam kota Jakarta dengan kondisi lalu lintas bervariasi. BBM yang digunakan adalah Pertamax (RON 92), sesuai rekomendasi pabrikan.

Akselerasi

Pengujian akselerasi dilakukan di jalur aman menggunakan perangkat Racelogic. Mobil diuji dari kondisi diam dengan satu pengemudi berbobot 76 kg dan satu penumpang 45 kg. Hasilnya, akselerasi 0–100 km/jam tercatat 9,6 detik saat menggunakan mode ECO dan 9,3 detik pada mode normal. Catatan ini tergolong responsif untuk MPV berdimensi besar.

Biaya Kepemilikan

Selama lima tahun penggunaan, biaya kepemilikan Honda Step WGN terdiri dari konsumsi bahan bakar, pajak kendaraan, dan perawatan berkala. Dengan asumsi jarak tempuh 75.000 km dalam lima tahun dan konsumsi rata-rata 16 km per liter, kebutuhan bahan bakar mencapai sekitar 4.688 liter.

Dengan harga Pertamax Rp 12.500 per liter, total biaya BBM selama lima tahun mencapai Rp 58.593.750. Pajak tahunan Honda Step WGN di DKI Jakarta berada di kisaran Rp 10.164.000, ditambah:

  • SWDKLLJ: Rp 143.000
  • STNK: Rp 200.000
  • Pengesahan STNK: Rp 50.000
  • TNKB: Rp 100.000

Total pajak tahunan menjadi Rp 10.657.000 atau Rp 53.285.000 untuk lima tahun. Honda belum mengungkap biaya rinci perawatan berkala. Sebagai acuan, digunakan estimasi biaya servis Honda CR-V RS Hybrid hingga 100.000 km, yakni sekitar Rp 16 juta.

Total biaya kepemilikan 5 tahun:
* BBM: Rp 58.593.750

Pajak: Rp 53.285.000

Perawatan: Rp 16.000.000

Total: Rp 127.878.750

Rata-rata per tahun: Rp 25.575.750

Rata-rata per bulan: Rp 2.131.313

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *