Pergerakan IHSG Pekan Lalu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan variasi sepanjang perdagangan pekan lalu, yaitu 8 hingga 12 Desember 2025. Meskipun terdapat kecenderungan melemah, IHSG sempat mencatatkan rekor baru dengan level 8.777. Selain itu, tercatat adanya net buy asing sebesar 892 bio.
Dalam satu minggu terakhir, terdapat enam sektor yang mengalami penguatan, sementara sektor lainnya mencatatkan pelemahan. Salah satu sektor yang menjadi penopang laju IHSG adalah sektor energi, yang mengalami penguatan terbesar sebesar (+6,49%). Penguatan ini didorong oleh kenaikan saham BUMI sekitar (+54,62%) karena spekulasi pasar bahwa saham BUMI memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam indeks MSCI Standard Cap. Saat ini, saham BUMI telah tercatat dalam MSCI IMI dan MSCI Small Cap Index.
Analisis dari Retail Equity Analyst
Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus, menyebutkan bahwa pergerakan IHSG pada pekan lalu dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Salah satunya adalah keputusan The Fed yang memangkas suku bunga sebesar -25bp ke level 3,50%-3,75% (sesuai dengan estimasi). Keputusan ini diambil meskipun terdapat perbedaan pendapat internal dengan voting 9-3.
Selain itu, ada juga sentimen dari data JOLTs Job Opening Amerika Serikat bulan Oktober yang naik tipis ke level 7,670 juta (dibandingkan September yang berada di 7,658 juta).
Sentimen Dalam Negeri
Dari dalam negeri, terdapat sentimen positif yang turut memengaruhi IHSG. Data Consumer Confidence Indonesia bulan November meningkat ke level 124 (dibandingkan Oktober yang berada di 121,2). Selain itu, perwakilan dagang AS, Jamieson Greer, berencana menemui Airlangga Hartarto minggu ini. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menyelamatkan kesepakatan dagang yang terancam gagal akibat dugaan Indonesia menunda realisasi komitmen penghapusan hambatan non-tarif.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pasar
Pergerakan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen eksternal, tetapi juga oleh faktor-faktor domestik. Kenaikan konsumsi masyarakat yang terlihat dari data Consumer Confidence memberikan optimisme bagi pelaku pasar. Selain itu, upaya diplomasi antara Indonesia dan AS dalam menjaga hubungan dagang juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kepercayaan investor.
Peningkatan kepercayaan ini juga didukung oleh kinerja sektor energi yang tumbuh pesat. Kenaikan saham BUMI yang signifikan menunjukkan bahwa investor mulai melihat potensi dari perusahaan-perusahaan lokal yang memiliki prospek baik di pasar global.
Tantangan dan Peluang
Meskipun ada indikasi positif, pasar saham tetap menghadapi tantangan. Pelemahan sektor-sektor tertentu menunjukkan ketidakpastian di tengah perubahan politik dan ekonomi. Namun, peluang tetap terbuka bagi investor yang mampu membaca tren dan memanfaatkan momentum pasar.











