Perkiraan Tanggal Lebaran 2026 dan Persiapan Liburan
Menjelang pergantian tahun, banyak masyarakat Indonesia yang mulai merencanakan agenda jangka panjang untuk tahun depan, termasuk persiapan mudik Lebaran. Pertanyaan mengenai kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh mulai banyak dicari untuk keperluan pengajuan cuti maupun pemesanan tiket transportasi.
Meski pemerintah melalui Kementerian Agama belum menggelar sidang isbat untuk menetapkan jatuhnya 1 Syawal 1447 H, perkiraan tanggal Lebaran 2026 sudah dapat diketahui melalui metode perhitungan astronomi atau hisab. Berikut adalah penjelasan mengenai perkiraan tanggal Lebaran 2026 berdasarkan kalender Hijriah dan metode hisab yang umum digunakan di Indonesia.
Lebaran 2026 Tanggal Berapa?
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama serta perhitungan astronomi global, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan akan jatuh pada bulan Maret 2026. Secara spesifik, 1 Syawal 1447 H diprediksi jatuh pada:
Sabtu, 21 Maret 2026
Perhitungan ini didasarkan pada siklus bulan kamariah. Dalam sistem penanggalan Islam, jumlah hari dalam satu tahun adalah sekitar 354 atau 355 hari, lebih pendek 10 hingga 11 hari dibandingkan kalender Masehi. Hal ini menyebabkan tanggal perayaan hari besar Islam selalu maju setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Pada tahun 2025 Idul Fitri jatuh di akhir Maret dan awal April, maka pada tahun 2026 pergeseran tersebut menempatkan Lebaran di pertengahan bulan Maret.
Metode Penentuan Awal Bulan Syawal
Di Indonesia, terdapat dua metode utama yang digunakan untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah, termasuk bulan Syawal (Lebaran), yaitu metode Hisab dan metode Rukyatul Hilal.
Metode Hisab atau Perhitungan
Organisasi Islam Muhammadiyah umumnya menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah. Metode ini berpatokan pada posisi geometris benda-benda langit, khususnya Matahari, Bumi, dan Bulan. Asalkan hilal (bulan sabit muda) sudah wujud dan terjadi konjungsi (ijtimak) sebelum matahari terbenam, maka besoknya sudah masuk bulan baru.
Pendekatan ini memungkinkan kita untuk menentukan awal bulan Hijriah seperti Ramadhan, Syawal, atau Zulhijah tanpa bergantung pada pengamatan langsung. Berdasarkan perhitungan ini, Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri 2026 jatuh pada:
Jumat, 20 Maret 2026
Penetapan ini diterbitkan melalui Maklumat PP Muhammadiyah No No. 01/MLM/I.1/B/2025.
Metode Rukyatul Hilal atau Pengamatan
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan Organisasi Agama Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode Rukyatul Hilal yang kemudian diverifikasi dengan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria baru MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat agar dapat dilihat (imkanur rukyat).
Penentuan resmi oleh pemerintah tetap akan menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar pada akhir Ramadhan 1447 H. Meskipun metode berbeda, apabila posisi bulan pada tanggal 19 Maret 2026 petang sudah memenuhi syarat ketinggian dan elongasi tersebut, maka besar kemungkinan tidak akan terjadi perbedaan tanggal Lebaran antara pemerintah dan Muhammadiyah pada tahun 2026. Namun, kepastian ini tetap harus menunggu pengumuman resmi hasil sidang isbat penetapan Idul Fitri 2026.
Kapan Cuti dan Libur Nasional Idul Fitri 2026?
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, pemerintah menetapkan libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21–22 Maret 2026 (Sabtu–Minggu). Pada dokumen yang sama, pemerintah juga menetapkan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah pada 20, 23, dan 24 Maret 2026.
Artinya, bila digabung dengan akhir pekan, periode libur Lebaran berpotensi membentuk rangkaian hari libur yang lebih panjang bagi sebagian pekerja, tergantung kebijakan kantor atau instansi masing-masing.
Namun, SKB itu juga memuat catatan penting yang sering luput dibaca. Di dalamnya disebutkan bahwa penetapan tanggal 1 Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama. Kalimat ini menjelaskan bahwa SKB berfungsi sebagai acuan hari libur dan cuti bersama, sementara penetapan tanggal keagamaan tetap mengikuti mekanisme resmi Kementerian Agama.
Bagi Anda yang akan memesan tiket transportasi jauh-jauh hari, disarankan untuk mengambil tanggal aman atau memilih tiket dengan opsi pengembalian dana (refundable) atau perubahan jadwal (reschedule) untuk mengantisipasi jika terjadi perbedaan penetapan tanggal atau perubahan kebijakan cuti bersama Idul Fitri 2026.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











