My WordPress Blog

Resolusi 2026: Umroh Bersama Keluarga

Yihaaaa, dalam hitungan beberapa hari ke depan, kita akan bersua dengan 2026! Widih, tahun ini terasa ngebuuut banget, ya. Kok “tiba-tiba” sudah mau ciao bella aja dengan tahun 2025, huhu. Semogaaaa semua pembelajaran yang kita dapatkan di tahun ini, menjadikan kita manusia yang jauh lebih baik lagi! Aamiiin.

Biasanya, momentum pergantian tahun ini dijadikan untuk menyusun Target, Goals, atau Resolusi, apa pun istilahnya, ya kan. Resolusinya segabruuukk, panjang kali lebar sama dengan luas. Akan tetapi, begitu akhir tahun, lalu direview lagi, kita auto ngikik sambil garuk-garuk aspal, eh lah dalaahhh, kenapa pada tidak tergapai, ya?

Ketimbang mumet mikirin seabrek target, khusus untuk Resolusi 2026 saya punya SATU resolusi aja deh, biar simpel dan semoga Allah mampukan saya untuk menggapainya!

Btw, apakah Resolusi 2026 ala saya?

Ehem.

Bismillah, saya mau banget UMROH SEKELUARGA.

Simpel, kan?

(iya simpel, duitnya yang nggak simpel, wkwkw)

Saya mau jelasin nih, kenapa saya berhasrat untuk Umroh Sekeluarga. Plus, gimana strategi supaya tahun depan, saya dipanggil Gusti Allah untuk beribadah ke Rumah-Nya.

Jadi, begini.

Di era umur 20-30-an bisa dibilang, fisik dan mental saya cukup strong untuk plesir ke banyak tempat. Termasuk mengikuti forum Google Local Guides Summit di Amerika Serikat.

Saya juga telah diperjalankan Allah untuk berhaji di umur yang relatif muda, yakni 29 tahun. Hadiah Umroh Gratis juga saya dapatkan, pasca menulis profil ibu Sum, pengelola Panti Asuhan yang juga berprofesi sebagai tukang pijat. Akan tetapi, semua perjalanan Rohani ini, benang merahnya adalah: Saya tidak berangkat bareng Suami dan anak.

Waktu Haji, saya bareng Abang kandung dan Ibu.

Waktu Umroh, saya malah sendirian, berangkat dengan jamaah Travel Umroh.

Rasanya? Yaaaa, tetap magical, sih. Karena Mekkah Madinah punya magnet yang sulit dideskripsikan dengan kata. Pas Haji, enggak terlalu masalah, karena masih ada Ibu dan Abang. Tapi, “solo career” pas Umroh? Ngenes rasanya, manakala melihat teman yang bergandengan ama suami. Atau, satu keluarga yang ketawa Bahagia tralala di pelataran Masjidil Haram. Lari-larian dan kasih makan merpati di sekitar Masjid. Antre masuk Raudhoh, ambil zam-zam barengan, melangitkan doa didampingi anak saudara. Sementara saya? Hiks hiks, melas jaya.

Itulah alasan mengapa saya ingin Umroh di tahun 2026. Ingin merasakan vibes kota suci bersama manusia-manusia yang mana saya sematkan cinta di lubuk hati. Bersama suami, saya ingin me-refresh relationship yang telah terjalin dalam durasi cukup lama. InsyaAllah, tahun depan adalah wedding anniversary ke-20! Masya Allah. Tidak terasa, ternyata cukup lama kami mengarungi mahligai rumah tangga, yang banyak kerikil dan tantangan kehidupan. Kami juga akan Umroh bersama putra semata wayang, penyejuk mata dan hati yang sampai detik ini belum pernah kami ajak traveling rada jauh.

Ingin menginjeksikan spirit “Allah Maha Baik, Maha Mengabulkan Doa” dan semangat beribadah secara mindfull pada si manusia dewasa awal ini.

Lantas, bagaimana plan yang bakal saya eksekusi demi Resolusi 2026: Umroh Sekeluarga?

(1). Bikin Tabungan Umroh Sejak Setahun Sebelumnya

Biaya ibadah ke tanah suci tentu tidaklah murah. Apalagi, berangkat sekeluarga, artinya dikalikan tiga. Agak sulit membayangkan kalau saya harus bayar cash keras, sesaat sebelum berangkat. Artinya, kami sudah mengalokasikan sekian dana mengendap paling tidak sejak pertengahan tahun lalu.

Kenapa nggak umroh mandiri saja? Kan lebih murah? Well, meski sudah beberapa kali berkelana ke lain benua, saya ternyata bukan tipe traveler matang. Belum siap kalau harus berjibaku dengan aneka detail trip, ketika kelak berumroh. Jadi ya sudah, kami akan memilih travel yang Amanah, kredibel dan bisa diandalkan. Itu artinya, budget umroh harus disiapkan dengan matang.

(2). Lebih intens mempelajari ilmu agama

Yap, belakangan ini, saya kerap mengikuti aneka kajian, baik yang ada di Masjid kompleks, maupun di Kawasan lain. Mengapa? Harus diakui, kehidupan yang kian modern rentan menggerus iman. Banyak godaan duniawi yang terpampang di depan mata. Ketika kalbu terasa keruh, sudah tentu saya harus jadi obat penjernih. Ikut kajian agama, salah satu solusinya. Itung-itung sekaligus menyiapkan psikis/mental jelang berumroh 2026.

(3). Rajin Olahraga dan Konsumsi Pangan Bergizi

Selain persiapan mental, Ibadah ke tanah suci juga menuntut fisik yang prima. Karena jamaah umroh bakal melakukan rangkaian ibadah seperti thowaf, sai, dan lain-lain. Semuanya kian menyenangkan bila ditopang kondisi bodi nan paripurna. Demi menyambut eksekusi Resolusi 2026, kami pun menggalakkan rutin olahraga. Suami kerap ikut lari 5K, anak saya rutin fitness dan weightlifting. Sementara saya juga sesekali pilates dan rutin berjalan kaki. Pilihan makanan juga kudu lebih bijak. Protein-loading adalah prinsip pangan yang kami terapkan. Tentunya, didampingi komponen karbo, sayur, buah secara berimbang.

Begitulah Resolusi 2026 ala saya. Bagaimana dengan Anda?

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *