Pesta Pernikahan di Jakarta Berujung Tangis dan Penipuan
Pesta pernikahan yang seharusnya menjadi momen paling bahagia dalam hidup seseorang justru berubah menjadi malapetaka. Acara pernikahan yang digelar di sebuah gedung di Jakarta mendadak berubah menjadi kesedihan setelah katering tidak tersedia saat acara dimulai. Pengantin dan keluarga besar terpaksa menanggung rasa kecewa yang mendalam akibat tindakan penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita.
Acara Pernikahan Berubah Menjadi Kesedihan
Menurut Nana, sepupu dari pengantin, acara pernikahan tersebut sudah dimulai, namun makanan dan minuman belum siap. Hal ini membuat suasana semakin memburuk. “Acara sudah mulai, tapi katering nggak ada sama sekali,” ujarnya saat dikonfirmasi. Keluarga sempat menghubungi pihak katering, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Mereka hanya diberi informasi bahwa katering akan segera datang, tetapi tidak diberikan waktu pasti.
Akibatnya, pihak keluarga terpaksa melakukan upaya darurat. Salah satunya adalah dengan memesan makanan melalui ojek online dan aplikasi seperti Go Food. Namun, jumlah makanan yang tersedia tidak cukup untuk mengakomodasi seluruh tamu undangan. Akhirnya, para tamu harus makan dengan menu sederhana seperti kebab dan pizza, yang tidak cukup memenuhi harapan.
Kedua Pengantin dan Orang Tua Menangis
Situasi di acara tersebut berubah menjadi sangat menyedihkan. Kedua pengantin, baik pria maupun wanita, menangis hingga air mata mengalir. Sementara itu, orang tua dari kedua mempelai juga terlihat syok. “Pakdeku (ayah dari mempelai pria) sudah lemas dan sesak dada. Orang tua mempelai wanita turun panggung duluan sebelum acara selesai,” tambah Nana.
Nana enggan menjelaskan lebih lanjut tentang awal mula menggunakan jasa WO Ayu Puspita, termasuk lokasi acara dan besaran dana yang dikeluarkan. Ia beralasan masih merasa tidak enak karena situasi keluarganya sedang berduka.
Penipuan yang Menghebohkan Media Sosial
Sebelumnya, media sosial ramai dibicarakan tentang adanya pesta resepsi pernikahan yang tidak menyediakan katering. Banyak pasangan yang menikah pada tanggal yang sama, yaitu Sabtu (6/12/2025), melaporkan bahwa layanan katering yang dijanjikan tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Video penangkapan owner WO Ayu Puspita kemudian viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat banyak korban penipuan yang menggerebek Ayu Puspita saat ia hendak masuk ke kantor Polda Metro Jaya. Salah satu korban mengatakan bahwa ada delapan orang yang terkena tipu daya. Ayu Puspita dalam video itu menjelaskan bahwa ia tidak menggunakan vendor luar, tetapi hanya membayar pekerjaannya saja.
Korban Terus Melaporkan Kasus Ini
Salah satu korban bernama Samuel mengungkapkan bahwa Ayu Puspita pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, tetapi kemudian dipulangkan karena pelapor ingin pergi berbulan madu. Namun, korban lain kemudian menggerebek Ayu Puspita dan suaminya di kediamannya di Jakarta Timur. Saat ini, Ayu Puspita dibawa ke Polres Jakarta Utara.
Samuel mengaku telah membayar lunas ke WO Ayu Puspita sebesar Rp 82 juta plus-plus. Ia juga sudah memesan villa di Bali untuk bulan madu dan tiket pesawat ke Pulau Dewata. Namun, semua rencana tersebut kini harus dibatalkan karena kasus penipuan ini.
Awal Kenalan dengan WO Ayu Puspita
Samuel mengetahui WO Ayu Puspita melalui sebuah festival atau pameran pernikahan di Jakarta. Ia percaya bahwa WO tersebut bisa memberikan layanan yang profesional. Namun, ternyata hal itu justru menjadi bencana bagi dirinya.











