My WordPress Blog
Bisnis  

Gelombang PHK Meluas di AS, Ini Perusahaan yang Potong Karyawan

Kondisi Pasar Kerja di Amerika Serikat yang Menegangkan

Pasar kerja di Amerika Serikat (AS) saat ini menghadapi tekanan besar. Di tengah ketidakpastian ekonomi, banyak perusahaan berada dalam situasi “no-hire, no-fire”, yaitu tidak melakukan rekrutmen baru maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Rekrutmen dibatasi hanya untuk posisi tertentu, sementara gelombang PHK terus bertambah dan memicu kecemasan di kalangan pekerja.

Beberapa alasan yang mendorong perusahaan untuk melakukan PHK antara lain kenaikan biaya operasional akibat tarif baru dari Presiden AS Donald Trump dan perubahan perilaku belanja konsumen. Selain itu, beberapa perusahaan juga melakukan restrukturisasi atau mengalihkan dana ke pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Pegawai federal juga menghadapi ketidakpastian tambahan. Setelah Trump kembali menjabat awal tahun ini, ribuan pegawai pemerintah dipangkas. Penutupan pemerintahan selama 43 hari juga membuat banyak pegawai tidak menerima gaji.

Kondisi ini menyebabkan penundaan rilis sejumlah data ekonomi. Dalam laporan tertunda yang dirilis pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat penambahan 119.000 pekerjaan pada September 2025. Namun tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen, dan revisi data menunjukkan perekonomian kehilangan 4.000 pekerjaan pada Agustus. Pemerintah juga menyatakan laporan pekerjaan Oktober tidak akan diterbitkan.

Perusahaan yang Mengumumkan PHK Besar

Berikut adalah daftar perusahaan yang baru-baru ini mengumumkan PHK besar:

  1. HP

    Pada November, HP mengumumkan rencana memangkas 4.000–6.000 karyawan. Pemangkasan ini bagian dari efisiensi dan adopsi AI untuk meningkatkan produktivitas. Seluruh proses ditargetkan tuntas pada akhir tahun fiskal 2028.

  2. Verizon

    Pada November, Verizon mulai memangkas lebih dari 13.000 pekerja. CEO Dan Schulman dalam memo internal menyatakan perusahaan perlu menyederhanakan operasi dan “mengalihkan orientasi” bisnis.

  3. General Motors

    General Motors akan memangkas sekitar 1.700 pekerja di fasilitas Michigan dan Ohio pada akhir Oktober. Langkah ini dilakukan karena permintaan kendaraan listrik menurun. Ratusan pekerja juga dijadwalkan terkena “PHK sementara” awal tahun depan.

  4. Paramount

    Paramount, setelah merger 8 miliar dollar AS dengan Skydance, berencana memangkas sekitar 2.000 pekerja atau 10 persen tenaga kerja. Sekitar 1.000 PHK dimulai pada akhir Oktober. Perusahaan juga menghapus 1.600 posisi terkait divestasi Televisión Federal di Argentina dan Chilevision di Cile.

  5. Amazon

    Amazon mengumumkan pemangkasan sekitar 14.000 pekerja korporat, atau 4 persen tenaga kerja, pada Oktober. Pemangkasan dilakukan saat perusahaan meningkatkan investasi di AI. Sebagian besar pekerja diberi waktu 90 hari untuk mencari posisi baru secara internal.

  6. UPS

    United Parcel Service (UPS) mencatat sekitar 48.000 PHK tahun ini sebagai bagian dari upaya pemulihan bisnis. UPS juga menutup operasi harian di 93 gedung sewa dan gedung milik perusahaan dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

  7. Target

    Target pada Oktober mengumumkan penghapusan sekitar 1.800 posisi korporat atau 8 persen tenaga kerja global. Kebijakan ini bagian dari upaya efisiensi perusahaan.

  8. Nestlé

    Pertengahan Oktober, Nestlé mengumumkan PHK 16.000 pekerja di seluruh dunia. Pemangkasan dilakukan untuk memperbaiki kinerja keuangan di tengah kenaikan biaya komoditas dan tarif dari AS. Proses PHK berlangsung dalam dua tahun.

  9. Lufthansa Group

    Pada September, Lufthansa menyampaikan akan memangkas 4.000 pekerjaan hingga 2030. Pengurangan dilakukan seiring peningkatan digitalisasi dan adopsi kecerdasan buatan di grup maskapai tersebut.

  10. Novo Nordisk

    Masih pada September, Novo Nordisk akan memangkas 9.000 pekerjaan atau 11 persen tenaga kerja. Restrukturisasi dilakukan untuk meningkatkan penjualan obat obesitas dan diabetes di tengah persaingan yang ketat.

  11. ConocoPhillips

    Perusahaan minyak ConocoPhillips pada September mengumumkan rencana memangkas hingga seperempat tenaga kerja. Sebanyak 2.600–3.250 pekerja terdampak, dengan sebagian besar PHK selesai sebelum akhir 2025.

  12. Intel

    Intel merencanakan pemangkasan ribuan pekerja untuk memulihkan bisnisnya. Pada Juli, CEO Lip-Bu Tan mengatakan tenaga kerja inti perusahaan akan turun menjadi 75.000 pekerja pada akhir tahun, dari 99.500 pekerja tahun sebelumnya. Pemangkasan dilakukan melalui PHK dan attrition setelah perusahaan lebih dulu mengumumkan pengurangan 15 persen tenaga kerja.

  13. Microsoft

    Pada Mei, Microsoft memulai PHK terhadap sekitar 6.000 pekerja. Beberapa bulan kemudian, perusahaan kembali mengumumkan pemangkasan 9.000 posisi — menjadi yang terbesar dalam dua tahun. Pemangkasan karyawan ini bagian dari “perubahan organisasi” saat perusahaan meningkatkan belanja AI.

  14. Procter & Gamble

    Pada Juni, Procter & Gamble menyatakan akan memangkas hingga 7.000 pekerjaan atau 6 persen tenaga kerja global dalam dua tahun. Pemangkasan dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi di tengah tekanan tarif.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *