My WordPress Blog

Banjir Bandang dan Longsor Hancurkan 3 Kecamatan di Humbahas, 8 Orang Tewas

Banjir Bandang dan Longsor Mengguncang Tiga Kecamatan di Humbang Hasundutan

Banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, telah menimpa tiga kecamatan yang berbatasan dengan Tapanuli Tengah (Tapteng). Kejadian ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (25/11/2025). Ketiga kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Pakkat, Parlilitan, dan Tarabintang.

Di Kecamatan Pakkat, dua desa yang kondisinya memprihatinkan adalah Desa Panggugunan dan Desa Pulo Godang. Banjir bandang yang membawa material bongkahan kayu menerjang pemukiman warga secara cepat dan deras. Dalam hitungan menit, rumah-rumah terseret oleh lumpur dan material longsor, menyebabkan kepanikan dan teriakan minta tolong di tengah cuaca yang gelap dan buruk.

Korban dan Kerusakan

Laporan sementara dari tim evakuasi Polres Humbahas menunjukkan bahwa bencana ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Dari 14 warga yang terdampak, 6 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi luka dan kelelahan, 4 orang meninggal dunia, dan 4 lainnya masih dinyatakan hilang. Hingga saat ini, Rabu (26/11/2025) malam, keempat korban yang hilang diterjang banjir bandang tersebut belum ditemukan.

Para korban yang berhasil ditemukan selamat antara lain:
– Sonta Simanullang (72 tahun), ditemukan dalam kondisi penuh lumpur;
– Pery Sihotang (45 tahun), yang ditemukan berlumour tak jauh dari reruntuhan rumahnya;
– Dua anak, Grace Cia Cilina (9 tahun) dan Joharia Sihotang (12 tahun), ditemukan dalam keadaan lemas dan syok namun sadar;
– Daniel Sihotang (25 tahun) dan Lapider Simanullang (70 tahun) dari Desa Pulo Godang.

Keenam korban selamat kini telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Doloksanggul.

Sementara itu, empat korban meninggal ditemukan di lokasi bencana, yaitu:
1. Beres Sihotang (80 tahun),
2. Merni Simamora (45 tahun),
3. Tiurma Br. Simanullang (90 tahun),
4. Juniati Silaban (47 tahun).

Jenazah mereka telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, meninggalkan duka mendalam. Empat warga lainnya masih hilang dan menjadi fokus pencarian tim SAR, yaitu:
1. Tiada Simanullang (70 tahun),
2. Ardo Sihotang (19 tahun),
3. Seorang anak perempuan berusia 9 tahun putri dari Nurcahaya Sihotang (Br. Simamora),
4. Roy Simanullang (19 tahun) dari Desa Pulo Godang.

Pencarian terpaksa dihentikan sementara pada malam hari, Rabu (26/11), karena kondisi cuaca yang memburuk dan risiko longsor susulan.

Sementara, korban jiwa di Kecamatan Tarabintang dan Kecamatan Parlilitan hingga saat ini belum ada. Namun, sejumlah rumah ikut terdampak rusak. Begitu juga infrastruktur jalan turut terdampak. Listrik dan jaringan Internet masih padam.

Longsor dan pohon tumbang juga ada di beberapa titik di Kecamatan Pakkat dan Kecamatan Onan Ganjang. Akibatnya, jalur lalu lintas Pakkat–Barus dan Pakkat–Doloksanggul tertutup dan tidak dapat dilalui.

Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polres Humbahas, TNI, BPBD, dan relawan terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi. Namun, medan yang sulit dengan jalan tertimbun material longsor sepanjang setengah kilometer memperlambat pergerakan alat berat dan personel.

Polres Humbahas mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, mendirikan dapur umum, dan mengarahkan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pengamanan ketat juga dilakukan di titik-titik rawan bencana untuk mencegah korban lebih lanjut.

Wakapolres Humbahas Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., bersama personel Polres langsung turun ke lapangan untuk melakukan pembersihan material longsor. Pembersihan di jalur Pakkat–Onan Ganjang berhasil dilakukan sehingga jalur tersebut sudah bisa dilalui kembali.

Namun, jalur penghubung ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di Sigurung-gurung, Desa Ambobi Paranginan, masih tertutup dan berbahaya karena kondisi cuaca dan tebing yang rawan longsor. Selain itu, bencana ini juga menyebabkan terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi di Kecamatan Pakkat. Pihak PLN dan provider telekomunikasi sedang berupaya mempercepat pemulihan layanan.

Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., melalui Wakapolres Kompol Manson Nainggolan, mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur yang terdampak longsor. Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Pihak kepolisian menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam penanganan bencana. Kolaborasi yang solid diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *