Wadai Petah: Kue Tradisional Banjar yang Menghadirkan Nostalgia
Wadai Petah adalah salah satu kue basah tradisional yang sangat populer di Kalimantan Selatan. Jika kamu pernah berkunjung ke pasar-pasar tradisional di sana, pasti tidak asing dengan kue berwarna kecokelatan ini. Teksturnya empuk, rasanya manis dengan aroma gula merah yang khas, dan bentuknya sederhana namun memikat sejak gigitan pertama. Banyak orang mengatakan bahwa makan Wadai Petah seperti kembali ke rumah nenek di kampung halaman. Ada nostalgia yang tak bisa dibohongi.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, Wadai Petah sempat terlupakan oleh generasi muda. Namun, kue ini ternyata mudah dibuat dan memiliki rasa yang tak tergantikan. Sebagai seorang koki, saya selalu senang ketika makanan tradisional seperti Wadai Petah kembali diminati. Karena selain soal rasa, makanan ini juga menjaga memori kolektif masyarakat.
Apa Itu Wadai Petah?
Wadai Petah adalah kue tradisional Banjar yang dibuat dari campuran tepung beras, gula merah, santan, dan sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa. Meskipun sekilas mirip dengan kue-kue basah lainnya, Wadai Petah memiliki ciri khas pada tekstur lembutnya yang tidak terlalu padat. Kue ini biasanya disajikan dalam acara keluarga, arisan, atau sebagai kudapan pagi dan sore hari.
Bentuknya sederhana, banyak yang membuatnya dalam loyang lalu dipotong setelah matang. Di beberapa daerah, ada juga yang mencetaknya dalam cup kecil agar lebih rapi. Kue ini menjadi favorit karena aroma gula merah yang kuat dan rasa manis yang tidak menyengat.
Bahan-Bahan Membuat Wadai Petah
Salah satu alasan Wadai Petah tetap populer adalah karena bahan-bahannya mudah ditemukan. Hampir semua bahan tersedia di warung dekat rumah. Tidak butuh bahan mahal atau teknik rumit. Berikut bahan dasarnya:
- Tepung beras
- Gula merah
- Santan
- Garam
- Daun pandan
- Sedikit gula pasir jika ingin rasa lebih kuat
Bahan-bahan ini tidak hanya sederhana, tapi juga fleksibel. Banyak penjual yang memodifikasi tingkat manis dan kekentalan santan untuk mendapatkan tekstur yang mereka sukai.
Cara Membuat Wadai Petah
Berikut resep Wadai Petah khas Banjar:
Bahan:
– 250 gram tepung beras
– 200 gram gula merah, serut
– 50 gram gula pasir (opsional)
– 300 ml santan
– 1 lembar daun pandan
– 1/2 sendok teh garam
Cara Membuat:
1. Masak santan bersama gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan. Aduk terus hingga gula larut dan tidak pecah. Setelah terasa homogen, angkat dan biarkan hangat.
2. Siapkan wadah berisi tepung beras. Tuang larutan santan gula sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin. Pastikan tidak ada gumpalan.
3. Saring adonan agar teksturnya benar-benar mulus. Langkah ini penting untuk menghasilkan Wadai Petah yang lembut.
4. Panaskan kukusan, lapisi tutupnya dengan kain agar air tidak menetes ke adonan.
5. Tuang adonan ke dalam loyang atau cetakan kecil. Kukus selama 20–25 menit hingga matang.
6. Dinginkan sebentar sebelum dipotong atau disajikan.
Kue ini paling enak disantap hangat atau suhu ruang. Aromanya lembut dan rasa manisnya menenangkan.
Modal Membuat Wadai Petah
Jika kamu tertarik menjadikan Wadai Petah sebagai ide jualan, modalnya sangat terjangkau. Estimasi harga bahan (harga rata-rata pasar):
- Tepung beras 250 g: Rp8.000
- Gula merah 200 g: Rp6.000
- Santan 300 ml: Rp10.000
- Gula pasir dan garam: Rp3.000
- Daun pandan: Rp2.000
Total modal sekitar Rp29.000 untuk satu loyang ukuran sedang. Dari satu loyang, kamu bisa mendapatkan 12–16 potong kue. Jika dijual Rp2.500 per potong, kamu bisa memperoleh pendapatan Rp30.000–40.000. Artinya, keuntungan tetap ada meskipun modal kecil.
Tips Agar Wadai Petah Tidak Bantat
Pertanyaan ini sering muncul. Berikut jawabannya:
- Aduk santan terus saat dipanaskan agar tidak pecah.
- Saring adonan sebelum dikukus.
- Pastikan kukusan benar-benar panas sebelum adonan masuk.
- Pakai api sedang agar kue matang merata.
Tips sederhana ini membuat hasil akhir lebih lembut dan tidak keras setelah dingin.
Kesimpulan
Wadai Petah bukan sekadar kue manis, tapi juga bagian dari tradisi Banjar yang patut dijaga. Membuatnya tidak sulit, modalnya kecil, dan peluang jualannya besar. Yang paling penting, rasa nostalgia yang dibawa kue ini tetap hidup dari generasi ke generasi. Jadi, kalau kamu sedang mencari kue basah tradisional yang mudah dibuat di rumah atau ingin memulai usaha kecil-kecilan, Wadai Petah adalah pilihan yang tepat. Selamat mencoba dan semoga dapurmu selalu penuh aroma menyenangkan.











