JAKARTA,
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami peningkatan signifikan pada perdagangan pagi hari ini, Senin (24/11/2025). Kenaikan tersebut terjadi setelah perusahaan mengumumkan rencana besar-besaran dalam jajaran Direksi dan Dewan Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada 17 Desember 2025.
Berdasarkan data Stockbit pukul 11.45 WIB, saham GOTO diperdagangkan di level Rp 68, naik sebesar 6,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Selama sesi perdagangan hari ini, saham sempat menyentuh harga tertinggi di Rp 68 dan berada pada level terendah di Rp 64, sebelum stabil di kisaran 66 hingga 67.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO mengungkapkan bahwa beberapa anggota Direksi dan Komisaris telah mengajukan pengunduran diri per 24 November 2025. Salah satu yang mengundurkan diri adalah Sugito Walujo, yang resmi melepas jabatannya sebagai Direktur Utama.
Tongkat kepemimpinan kemudian akan dialihkan kepada Hans Patuwo, yang dinominasikan sebagai Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO). Nominasi ini akan diajukan dalam RUPSLB mendatang untuk mendapatkan persetujuan.
Selain Sugito, Ade Mulyana, yang menjabat sebagai Direktur, juga mengajukan pengunduran diri. Di jajaran Dewan Komisaris, Pablo Malay dan Winato Kartono turut menyampaikan pengunduran diri mereka.
Sebagai pengganti, GOTO menominasikan Andre Soelistyo dan Santoso Kartono untuk mengisi posisi Komisaris. Manajemen menilai kedua nama tersebut memiliki pengalaman strategis dan pemahaman mendalam terkait teknologi dan investasi, sehingga diyakini dapat memperkuat fungsi pengawasan serta tata kelola perusahaan.
“Bapak Andre Soelistyo dan Bapak Santoso Kartono akan menggunakan pengalaman strategis dan pemahaman mendalam mereka tentang teknologi dan investasi untuk meningkatkan fungsi pengawasan dan tata kelola Dewan Komisaris,” ujar manajemen dalam keterangannya.
Seluruh proses pengesahan pengunduran diri dan pengangkatan anggota Direksi serta Komisaris ini akan diajukan dalam RUPSLB pada 17 Desember 2025, sesuai dengan ketentuan POJK 33/2014, POJK 15/2020, dan Anggaran Dasar Perseroan.
Hingga September 2025, pendapatan bersih GOTO meningkat sebesar 14 persen menjadi Rp 13,30 triliun dari Rp 11,66 triliun. Selain itu, untuk pertama kalinya, perseroan membukukan laba sebelum pajak yang disesuaikan sebesar Rp 62 miliar, menandai peralihan dari tren rugi dalam beberapa periode sebelumnya.
Laba sebelum pajak yang disesuaikan ini dihitung berdasarkan rugi periode berjalan yang kemudian ditambahkan dengan beban pajak penghasilan, serta bagian kerugian bersih dari Tokopedia. Dengan capaian tersebut, GOTO menaikkan panduan EBITDA yang disesuaikan tahun 2025 dari sebelumnya Rp 1,4 triliun sampai 1,6 triliun menjadi Rp 1,8 triliun sampai 1,9 triliun.
Direktur Utama Grup GOTO Patrick Walujo sebelumnya menyebut, hasil positif itu menunjukkan kemajuan dalam mencapai profitabilitas yang berkelanjutan. “Pada kuartal III-2025, kami mencatatkan tonggak sejarah baru dengan mencapai laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kali sebesar Rp 62 miliar,” kata Patrick dalam keterangan resmi, Rabu (29/10/2025).
“Melalui momentum ini, kami menaikkan panduan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh, yang menegaskan kepercayaan terhadap kemampuan kami untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan,” paparnya.
Patrick menambahkan, fokus perusahaan tetap pada penyediaan layanan yang konsisten dan efisien bagi konsumen, serta peningkatan penghasilan mitra pengemudi dan pedagang.
Senada, Direktur Keuangan Grup GOTO Simon Ho menuturkan, peningkatan laba dan EBITDA mencerminkan kemajuan dalam efisiensi operasional serta disiplin keuangan. “Kami mencapai rekor lain untuk EBITDA Grup yang disesuaikan dan menghasilkan arus kas bebas yang disesuaikan positif, didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan manajemen biaya yang disiplin,” ujar Simon.
“Berkat eksekusi yang disiplin dan investasi yang terarah, kami mampu berkembang, melayani lebih banyak pengguna, dan melakukannya dengan lebih efisien,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, EBITDA grup yang disesuaikan melonjak 239 persen menjadi Rp 516 miliar di kuartal III 2025, dari Rp 152 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga September 2025, GoTo mencatat EBITDA positif Rp 1,34 triliun, berbalik dari negatif Rp 79 miliar pada tahun lalu.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











