Realisasi Dana Transfer ke Daerah Kota Probolinggo Tahun 2025
Realisasi dana transfer ke daerah (TKD) di Kota Probolinggo hingga November 2025 mencapai Rp 599,98 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa sebesar 86,96 persen dari pagu total TKD tahun ini sebesar Rp 689,93 miliar telah terealisasi.
Transfer ke Daerah atau TKD merupakan dana yang berasal dari APBN dan dialokasikan serta disalurkan kepada daerah untuk dikelola dalam rangka mendanai penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Dana tersebut terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:
- Transfer Dana Perimbangan: Meliputi DBH Pajak, DBH Cukai Hasil Tembakan, DBH Sumber Daya Alam, Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
- Transfer Dana Otonomi Khusus: Termasuk Transfer Dana Otonomi Papua dan Papua Barat, serta Transfer Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh.
- Transfer Dana Penyesuaian: Mencakup Tunjangan Profesi Guru PNSD, Tambahan Penghasilan Guru PNSD, Bantuan Operasional Sekolah, Dana Insentif Daerah, dan P2D2.
Rincian Realisasi TKD Kota Probolinggo 2025
Berikut adalah rincian realisasi TKD Kota Probolinggo hingga November 2025:
Dana Bagi Hasil
- Dana Bagi Hasil: Rp 59,79 miliar dari pagu Rp 93,08 miliar (64,23%)
- DBH Cukai Hasil Tembakau: Rp 26,77 miliar dari pagu Rp 33,21 miliar (80,59%)
- DBH PBB Bagian Daerah untuk Kabupaten/Kota: Rp 2,76 miliar dari pagu Rp 5,33 miliar (51,80%)
- DBH PPh Pasal 21: Rp 8,64 miliar dari pagu Rp 19,85 miliar (43,54%)
- DBH PPh Pasal 25/29 OP: Rp 0,85 miliar dari pagu Rp 1,95 miliar (43,62%)
- DBH SDA Gas Bumi 30%: Rp 2,81 miliar dari pagu Rp 3,96 miliar (71,04%)
- DBH SDA Kehutanan – PSDH: Rp 0,10 miliar dari pagu Rp 0,10 miliar (100%)
- DBH SDA Minerba – Royalti: Rp 1,27 miliar dari pagu Rp 1,90 miliar (66,70%)
- DBH SDA Minyak Bumi 15%: Rp 16,07 miliar dari pagu Rp 25,92 miliar (61,99%)
- DBH SDA Panas Bumi – Iuran Tetap: Rp 0,01 miliar dari pagu Rp 0,01 miliar (100%)
- DBH SDA Perikanan: Rp 0,51 miliar dari pagu Rp 0,85 miliar (60,00%)
Dana Alokasi Umum
- Dana Alokasi Umum: Rp 445,64 miliar dari pagu Rp 488,09 miliar (91,30%)
- Dana Alokasi Umum: Rp 402,46 miliar dari pagu Rp 439,04 miliar (91,67%)
- Dana Alokasi Umum Bidang Kesehatan: Rp 21,94 miliar dari pagu Rp 21,94 miliar (100%)
- Dana Alokasi Umum Bidang Pendidikan: Rp 13,87 miliar dari pagu Rp 18,49 miliar (75,00%)
- Dana Alokasi Umum Pendanaan Kelurahan: Rp 5,80 miliar dari pagu Rp 5,80 miliar (100%)
- Dana Alokasi Umum Penggajian Formasi PPPK: Rp 1,57 miliar dari pagu Rp 2,81 miliar (55,89%)
Dana Alokasi Khusus Fisik
- Dana Alokasi Khusus Fisik: Rp 3,89 miliar dari pagu Rp 5,85 miliar (66,40%)
- Dana Alokasi Khusus Penugasan: Rp 3,89 miliar dari pagu Rp 5,85 miliar (66,40%)
Dana Alokasi Khusus Nonfisik
- Dana Insentif Daerah: Rp 14,59 miliar dari pagu Rp 14,59 miliar (100%)
- Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya: Rp 0,67 miliar dari pagu Rp 0,67 miliar (100%)
- Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana: Rp 3,10 miliar dari pagu Rp 3,10 miliar (100%)
- Dana Bantuan Operasional Kesehatan: Rp 4,47 miliar dari pagu Rp 6,19 miliar (72,16%)
- Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Kesetaraan: Rp 0,49 miliar dari pagu Rp 0,49 miliar (99,97%)
- Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan – Pendidikan Anak Usia Dini: Rp 4,90 miliar dari pagu Rp 4,93 miliar (99,34%)
- Dana Bantuan Operasional Sekolah: Rp 26,02 miliar dari pagu Rp 26,49 miliar (98,21%)
- Dana Bantuan Pengembangan Program (BPP) Perpustakaan Daerah: Rp 0,59 miliar dari pagu Rp 0,59 miliar (100%)
- Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian: Rp 0,03 miliar dari pagu Rp 0,05 miliar (50,00%)
- Dana Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak: Rp 0,51 miliar dari pagu Rp 0,51 miliar (100%)
- Dana Tambahan Penghasilan Guru ASN Daerah: Rp 0,11 miliar dari pagu Rp 0,15 miliar (74,26%)
- Dana Tunjangan Profesi Guru ASN Daerah: Rp 35,20 miliar dari pagu Rp 45,14 miliar (77,98%)
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











