My WordPress Blog

Pasar Panas, Emas Melonjak 55% di Tengah Aksi Bank Sentral Global

Harga Emas Global Kembali Menguat di Awal Perdagangan

Pada awal perdagangan hari ini, Rabu (12 November 2025) pukul 06.30 WIB, harga emas global kembali mengilap dengan posisi di US$4.126,85 per troy ounce di pasar spot. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,27% dibandingkan penutupan sebelumnya, meskipun sempat mengalami sedikit penurunan dari level tertinggi harian.

Menurut laporan Bloomberg, penguatan emas ini terjadi setelah sesi perdagangan kemarin ditandai oleh aksi ambil untung dari pelaku pasar. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan berakhirnya penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat (AS). Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pelemahan.

Penutupan pemerintahan AS yang telah berlangsung selama 42 hari diperkirakan segera berakhir setelah Senat menyetujui rancangan pendanaan sementara. Rancangan ini mendapatkan dukungan dari delapan senator Partai Demokrat berhaluan moderat. Saat ini, keputusan akhir berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dikuasai Partai Republik dan akan bersidang pada hari Rabu waktu setempat.

Data Ketenagakerjaan AS Menunjukkan Pelemahan

Laporan dari ADP Research menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di AS rata-rata kehilangan 11.250 pekerjaan per minggu selama empat pekan yang berakhir pada 25 Oktober. Data ini menjadi indikasi jelas adanya perlambatan di pasar tenaga kerja pada paruh kedua Oktober.

Pelaku pasar menjadikan laporan ADP sebagai acuan utama karena penutupan pemerintahan membuat data resmi tertunda perilisannya. Michael Haigh, Kepala FIC dan Riset Komoditas di Societe Generale, menyatakan bahwa pelemahan harga emas setelah data ketenagakerjaan yang suram kemungkinan besar dipicu oleh arus keluar dana dari exchange-traded fund (ETF) berbasis emas.

“Model saya menunjukkan bahwa dalam hal arus ETF, pergerakan 1% emas dapat dijelaskan oleh arus keluar 10 ton dalam ETF,” ujarnya.

Emas Kembali Memperkuat Prospek Jangka Panjang

Meski dalam beberapa pekan terakhir emas sempat kehilangan kilau setelah mencetak rekor di atas US$4.380 per troy ounce pada Oktober, koreksi ini terjadi akibat aksi ambil untung yang terjadi setelah reli harga yang dianggap terlalu cepat.

Data menunjukkan bahwa ETF emas mengalami arus keluar bersih selama tiga pekan berturut-turut hingga Jumat lalu, setelah sebelumnya menikmati delapan pekan berturut-turut arus masuk bersih.

Namun, prospek emas tetap gemilang. Sepanjang tahun ini, logam mulia tersebut telah mencatat kenaikan lebih dari 55%, menjadikannya kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Lonjakan ini terutama didorong oleh pembelian agresif bank-bank sentral di berbagai negara.

Christopher Wong, analis di Oversea-Chinese Banking Corp, menyatakan bahwa pendorong jangka menengah yang menopang bias konstruktif emas tetap utuh. Ia juga memprediksi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan terus melonggarkan kebijakan moneter hingga 2026, memberikan dukungan tambahan bagi harga emas ke depan.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *