My WordPress Blog

Suku bunga kredit pemilikan rumah kembali naik: Ini alasannya

Perubahan dalam Pasar Kredit Pemilikan Rumah

Dengan tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah yang tinggi, semakin banyak peminjam yang beralih ke pinjaman dengan suku bunga variabel untuk mendapatkan bantuan. Pinjaman dengan suku bunga variabel, atau ARMs, mencakup sekitar 10% dari semua aplikasi kredit pemilikan rumah pada bulan September — angka tertinggi dalam hampir dua tahun dan jauh di atas rata-rata pasca-2008 sebesar 6%, menurut Asosiasi Bank Kredit Pemilikan Rumah (MBA).

Pinjaman ini, juga dikenal sebagai kredit dengan suku bunga variabel, biasanya memiliki biaya awal yang lebih rendah dibandingkan kredit tetap, tetapi bisa meningkat seiring waktu. Kenaikan pembayaran inilah yang membuat banyak pemilik rumah kesulitan beberapa dekade lalu, ketika ARMs mencapai 35% dari semua aplikasi kredit pemilikan rumah pada tahun 2005.

Kita jauh dari tingkat itu hari ini — dan ada beberapa alasan mengapa situasi saat ini “sangat berbeda”, menurut MBA. “Sebagian besar pinjaman ARMs saat ini memiliki masa tetap selama 5, 7, dan 10 tahun, dan peminjam dinilai berdasarkan suku bunga yang sepenuhnya terindeks,” tulis Joel Kan, wakil presiden dan ekonom utama di MBA.

Kan menyatakan bahwa pinjaman ARMs saat ini jauh lebih aman dibandingkan yang dikeluarkan sebelum 2008, dan peminjam yang memenuhi syarat cenderung memiliki profil kredit yang lebih baik. Dalam pasar saat ini, beralih ke ARMs dapat menghasilkan penghematan nyata — sekitar $200 per bulan untuk pinjaman sebesar $400.000 — karena selisih antara ARMs dan kredit tetap telah melebar.

Peningkatan terbaru dalam ARMs mencerminkan pasar perumahan di mana peminjam kesulitan dengan aksesibilitas dan mencari setiap keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

Empat Perubahan dalam Pasar Perumahan

Sebagai data terbaru, tingkat suku bunga rata-rata untuk kredit 5/1 adjustable-rate mortgage — yang diatur ulang setelah 5 tahun — adalah 5,66%, lebih rendah dibandingkan rata-rata kredit tetap 30 tahun sebesar 6,30%.

Meskipun minat baru terhadap ARMs mungkin tidak menandai krisis perumahan yang akan datang, masih ada risiko yang perlu diperhatikan. Tidak jelas bagaimana suku bunga kredit akan berada dalam beberapa tahun mendatang.

Biro Perlindungan Konsumen Keuangan (CFPB) mengimbau siapa pun yang mempertimbangkan ARMs untuk memahami seberapa tinggi atau rendah suku bunga mereka bisa berubah setiap penyesuaian, seberapa sering suku bunga bisa berubah, dan apakah ada batas atas untuk seberapa tinggi suku bunga bisa akhirnya naik.

Data MBA menunjukkan bahwa meskipun ARMs telah menjadi lebih populer belakangan ini, tingkat keseluruhan pinjaman ARMs tetap relatif rendah pada bulan September, sekitar seperempat dari rata-rata 2008.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *