Dailysurabaya.com JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia ( PLN EPI ) bersatu gabungan mitra strategis mengesahkan Akta Pendirian PT Sulawesi Maluku LNG untuk proyek gasifikasi pembangkit listrik di dalam Klaster Sulawesi Maluku pada Hari Senin (10/3). Langkah ini dijalankan sebagai upaya lanjutan percepatan perkembangan infrastruktur LNG guna memperkuat transisi energi nasional menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, gasifikasi menjadi langkah strategis pada transisi energi, khususnya pada menggantikan pemanfaatan BBM yang tersebut berbasis impor dengan gas alam cair (LNG), yang tersebut berbasis domestik untuk menguatkan ketahanan energi nasional.
“PLN EPI sebagai Subholding PLN miliki peran utama di menjamin pasokan energi primer yang mana andal untuk pembangkit PLN Group. Dengan proyek gasifikasi ini, kami ingin mengoptimalkan peran gas sebagai energi transisi yang mana lebih besar ramah lingkungan,” ujar di keterangan pers, Selasa (11/3/2025).
Iwan menambahkan, penandatanganan ini adalah pencapaian penting di perjalanan panjang proyek gasifikasi. Penandatanganan anggaran dasar untuk pembentukan Special Purpose Company (SPC) ini menjadi tanda bahwa entitas hukum proyek ini sudah berjalan. Dengan begitu, seluruh kegiatan terkait akan dikelola dengan tambahan terstruktur pada bawah PT Sulawesi Maluku LNG.
Saat ini, Indonesia hanya sekali mempunyai 6 terminal regasifikasi LNG yang dimaksud sebagian besar berlokasi dalam wilayah barat, sementara pasokan LNG utama berasal dari Bontang juga Tangguh. Karena itu, pengembangan infrastruktur LNG di area Sulawesi Maluku menjadi penting untuk meningkatkan distribusi gas khususnya di tempat wilayah Indonesia Timur. Iwan berharap agar pembentukan SPC ini segera mendapat legalisasi dari Kementerian Hukum kemudian HAM agar proyek dapat berjalan sesuai rencana.
Direktur Gas juga BBM PLN EPI Rakhmad Dewanto menambahkan, proses ini merupakan kelanjutan dari perjanjian Joint Development Agreement (JDA) yang ditandatangani tahun lalu. “Setahun lalu, kita masih pada tahap perencanaan, lalu hari ini akhirnya kita menuju implementasi. Ini adalah adalah hasil kerja keras semua pihak pada aliansi serta pasukan PLN EPI,” kata Rakhmad.
Rakhmad berharap proyek ini dapat terus berlanjut serta mencapai Commercial Operation Date (COD) di dua tahun ke depan. “Hari ini juga bertepatan dengan hari ke-10 bulan Ramadhan, semoga ini menghadirkan berkah agar SPC ini mampu berumur panjang serta bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan untuk membantu ketahanan energi yang tersebut sekaligus lebih lanjut ramah lingkungan,” imbuhnya.
Direktur Utama PT AGP Indonesia Utama Erita Yohan mewakili perkumpulan menyampaikan rasa syukur melawan pencapaian ini.
“Proses setahun ini penuh dinamika serta tak semudah yang tersebut dibayangkan. Namun, kami tetap saja miliki semangat tinggi untuk mempercepat proses menuju COD,” ujar Erita.
Dengan penandatanganan Akta Pendirian Organisasi Khusus ini, proyek gasifikasi dalam Sulawesi Maluku saat ini resmi memasuki tahap awal implementasi. Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen PLN pada menyediakan energi bersih lalu berkelanjutan di tempat Indonesia.
- PLN EPI juga Keraton Jogja Kembangkan Green Economy Village pada Gunung Kidul
- PLN EPI Maju Kawal Pasokan Daya ketika Libur Isra Mikraj serta Imlek











