My WordPress Blog

Polisi Selidiki Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di Rumah Sakit Bandung

Kepolisian Resor Kota Besar Bandung sedang menyelidiki insiden bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung. Insiden ini terjadi setelah Nina Saleha, seorang ibu berusia 27 tahun, menceritakan pengalamannya di mana bayinya hampir dibawa oleh orang asing dari rumah sakit. Video kejadian tersebut viral di media sosial sejak Rabu, 8 April 2026.

Ajun Komisaris Besar Anton, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, menyatakan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap insiden tersebut. Tim penyidik akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur percobaan penculikan atau hanya kesalahan operasional. “Kami akan mendalami hal tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu, 11 April 2026.

Menurut Anton, penyelidikan dilakukan untuk memastikan seluruh kronologi kejadian. Termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Proses investigasi ini juga bertujuan untuk menemukan akar masalah agar tidak terulang kembali.

Pengalaman Nina Saleha

Sebelumnya, Nina Saleha menceritakan bahwa bayinya yang baru beberapa hari lahir dijadwalkan pulang dari rumah sakit setelah dirawat di NICU. Namun, ia masih harus menunggu proses administrasi selesai. Di tempat itu juga ada bayi lain yang seharusnya sudah pulang, tetapi batal karena adanya gangguan medis.

Sementara menunggu dipanggil oleh perawat, Nina pergi ke bawah karena merasa lapar. Tak lama kemudian, ia merasa harus mengecek keadaan anaknya ke atas karena memiliki firasat buruk. Ketika sampai di ruangan, Nina melihat anaknya sudah di tangan orang lain. “Sewaktu ke atas, anak saya ada di tangan orang lain. Untungnya belum jauh,” katanya dalam video yang beredar.

Ia langsung mendatangi perawat dan memprotes. Ia mempertanyakan mengapa perawat menyerahkan anaknya kepada orang lain. Menurut Nina, perawat menjelaskan bahwa ia tidak datang setelah dipanggil beberapa kali. “Lah, kalau aku gak ada, kenapa anak aku dikasih (ke orang lain)?” kata Nina.

Ia juga heran mengapa perawat melepas gelang identitas bayi. Padahal, menurut Nina, gelang tersebut seharusnya tidak dilepas sebelum bayi boleh pulang, agar tidak tertukar. “Aku marah, aku gak terima,” ujar Nina.

Respons dari Manajemen Rumah Sakit

Manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung akhirnya memberikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Perawat yang terlibat dalam kejadian ini telah dinonaktifkan sementara.

“Segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin,” tulis manajemen rumah sakit dalam unggahan di akun Instagram @rshs_bandung pada Kamis, 9 April 2026.

Manajemen rumah sakit juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Atas kasus ini, tim dari rumah sakit juga telah berkomunikasi dan mengunjungi ibu bayi. “Keluhan tersebut telah terselesaikan dengan kekeluargaan,” kata manajemen.

Tindakan Lanjutan

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi rumah sakit dan tenaga medis untuk lebih waspada dalam mengelola pasien, terutama bayi yang masih sangat rentan. Selain itu, kasus ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya keamanan dan pengawasan yang ketat saat berada di fasilitas kesehatan.

Polisi dan manajemen rumah sakit berkomitmen untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Penyelidikan terus berlangsung untuk mencari solusi yang tepat dan memperbaiki sistem yang ada.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *