Tren Parfum Mewah di Indonesia yang Terus Berkembang
Parfum mewah menjadi salah satu kategori dalam dunia kecantikan yang paling diminati di Indonesia. Meskipun saat ini banyak orang mengenal dunia kecantikan melalui skincare dan makeup, ternyata parfum justru menjadi pintu masuk utama bagi sebagian besar konsumen. Hal ini diungkapkan oleh Maria Adina, General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia, dalam acara L’Oréal Brandstorm 2026.
Menurutnya, fragrant luxury atau parfum mewah adalah pasar terbesar yang memengaruhi tren kecantikan mewah di Indonesia. Dalam data yang dirilis oleh L’Oreal Indonesia, nilai pasar parfum mewah telah mencapai sekitar Rp 6 triliun dan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk wewangian.
Berikut adalah beberapa faktor yang membuat parfum mewah menjadi populer di Indonesia:
1. Tren Luxury Fragrance di Indonesia Terus Berkembang
Maria Adina menjelaskan bahwa perkembangan dan tren parfum mewah di Indonesia cenderung positif. Dari segi jumlah, peningkatan ini sangat signifikan. Bahkan, sekitar 46 persen dari total pasar luxury beauty di Indonesia berasal dari fragrant luxury. Ini menunjukkan bahwa parfum mewah tidak hanya menjadi kategori utama, tetapi juga menjadi dasar bagi seseorang untuk mulai terlibat dalam dunia kecantikan mewah.
2. Faktor Budaya dan Kebiasaan Masyarakat Indonesia Mendukung

Wewangian bukan hal baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sejak dulu, aroma sudah menjadi bagian dari tradisi, identitas, hingga simbol status sosial. Bahan-bahan alami seperti bunga melati, kenanga, cendana, hingga rempah-rempah menjadi dasar pembuatan minyak wangi tradisional zaman dulu.
Maria menyebut bahwa budaya “suka wangi” sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Menurutnya, aroma yang harum sering dikaitkan dengan kebersihan dan kesan positif. “Orang yang wangi dianggap sebagai orang yang bersih,” tutur Maria.
3. Masyarakat Semakin Pintar Memilih Parfum Sesuai Persona

Ada banyak perubahan yang terjadi di dunia kecantikan dalam waktu sekejap. Hal ini juga terjadi di industri parfum mewah. Maria melihat saat ini dengan banyaknya informasi tersebar, konsumen menjadi lebih paham dan selektif.
Pemilihan parfum kini juga disesuaikan dengan aktivitas atau momen tertentu, mirip seperti penggunaan makeup. “Sekarang orang pakai fragrance sesuai acara berbeda. Pagi, siang, malam beda. Bahkan ke gym pun ada pilihannya. Jadi orang mulai investasi di fragrance seperti mereka investasi di lipstick,” jelasnya.
4. E-commerce dan “Frag-fluencer” Buat Parfum Mewah Makin Wangi

Minat masyarakat terhadap parfum di Indonesia terus meningkat, bahkan pertumbuhan kategorinya disebut mencapai lebih dari 20 persen setiap tahun. Dalam periode 2020 hingga 2024, pasar fragrance juga tercatat melonjak sekitar 67 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh banyaknya brand baru, termasuk merek lokal yang mulai meramaikan segmen parfum premium. Di sisi lain, strategi digital dari brand luxury seperti YSL turut memperluas jangkauan pasar. Meski sempat menuai perdebatan, kehadiran di platform seperti TikTok justru membuka akses bagi konsumen di berbagai daerah.
Kini, pembeli dari kota di luar Pulau Jawa misalnya Makassar, Palembang, hingga Balikpapan bisa lebih mudah mendapatkan produk luxury. Mereka tidak harus bepergian ke luar negeri, sehingga ikut mendorong pergerakan pasar parfum mewah di domestik. “Ini membantu menggerakkan pasar domestik. Konsumen tidak perlu lagi menunggu ke luar negeri untuk membeli produk luxury,” jelas Diana.
Dengan berbagai faktor tersebut, parfum mewah tidak hanya menjadi tren, tetapi juga menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Jika kamu masih ragu untuk memulai koleksi parfum mewah, mungkin saatnya kamu mempertimbangkan untuk memiliki beberapa botol parfum yang sesuai dengan kepribadianmu.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











