Penyalahgunaan Barcode BBM Subsidi di Jambi Terungkap
Kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di wilayah Jambi. Aparat kepolisian mengungkap praktik curang yang melibatkan oknum operator SPBU dan sopir truk pelangsir yang memanfaatkan barcode milik konsumen secara ilegal. Peristiwa ini terungkap setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi melakukan penangkapan di wilayah Tebing Tinggi, Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Muaro Bungo, pada Kamis (9/4/2026).
Dalam kasus tersebut, seorang operator SPBU berinisial N diketahui menguasai banyak barcode BBM subsidi milik pelanggan yang diperoleh secara tidak sah. “Satu operator itu bisa sampai punya puluhan barcode, yang ternyata punya konsumen dia foto secara diam-diam,” jelas Khoirul, seperti dilansir dari sumber berita.
Pertamina Minta Masyarakat Reset Barcode Jika Kuota Berkurang
Menanggapi temuan tersebut, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Jambi, Khoirul Anwar, mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan reset barcode apabila mendapati kuota BBM subsidi berkurang tanpa digunakan. “Jika ada masyarakat yang merasa kuota penggunaan BBM-nya berkurang tanpa sepengetahuannya, kami imbau untuk reset ulang, website kami itu sudah menyediakan fitur reset barcode,” jelas Khoirul, Jumat (10/4/2026).
Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan terhadap potensi kecurangan yang dapat merugikan konsumen maupun negara.
Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar Rupiah
Dalam praktiknya, operator SPBU berinisial N bekerja sama dengan sopir truk berinisial S yang berperan sebagai pelangsir BBM subsidi. Keduanya membeli BBM menggunakan barcode milik orang lain dalam jumlah besar, lalu menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi. Aksi ilegal ini disebut telah berlangsung cukup lama, bahkan sejak 2013. Akibatnya, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 276 miliar.
SPBU Disanksi, Bisa Ditutup Permanen
Sebagai tindak lanjut, Pertamina mengambil langkah tegas terhadap SPBU yang terlibat dalam pelanggaran tersebut. Operasional SPBU yang bersangkutan untuk sementara dihentikan. “Untuk SPBU (yang tertangkap tangan), sudah kami hentikan sementara. Dalam menjatuhkan sanksi, kami lakukan bertahap, diberi peringatan, jika masih ada pelanggaran, kami tutup permanen,” tegas Khoirul.
Cara Reset Barcode BBM Subsidi Lewat MyPertamina
Masyarakat diimbau menjaga kerahasiaan barcode BBM subsidi karena bersifat pribadi. Jika terjadi indikasi penyalahgunaan, pengguna dapat melakukan reset secara mandiri melalui situs resmi. Berikut langkah-langkah reset barcode BBM subsidi:
- Kunjungi laman subsiditepat.mypertamina.id
- Login menggunakan NIK dan password terdaftar
- Pilih menu “Lihat Kode QR” di halaman utama
- Gulir ke bawah dan klik “Reset Kode QR”
- Centang persetujuan reset
- Klik “Buat Baru” untuk menghasilkan QR Code baru
- Unduh dan simpan kode terbaru untuk digunakan di SPBU
Perlu diketahui, reset barcode hanya dapat dilakukan maksimal satu kali dalam sehari. Apabila barcode terblokir permanen akibat penyalahgunaan, masyarakat dapat menghubungi layanan Pertamina Call Center di nomor 135 untuk proses verifikasi dan pembukaan blokir.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga data pribadi, termasuk barcode BBM subsidi. Penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak pada distribusi subsidi secara nasional. 
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











