My WordPress Blog
Budaya  

Kirab Budaya HUT Batang Meriah: Bupati Sebar Udek-Udek, Warga Berebut 17 Gunungan

Kirab Budaya Meriah Peringati HUT Ke-60 Kabupaten Batang

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-60 Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berlangsung meriah melalui kirab budaya yang diadakan pada hari Minggu. Acara ini menarik perhatian masyarakat dan menjadi momen penting dalam pelestarian budaya lokal.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan terlihat antusias dalam membagikan udek-udek dari atas kereta kencana selama kirab budaya. Ia mengenakan beskap berwarna merah muda dan didampingi istrinya yang memakai kebaya senada. Selain Bupati, acara juga dihadiri oleh Wakil Bupati Batang Suyono bersama istri, serta para pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan masyarakat.

Kirab budaya dimulai dari pendopo Pemkab Batang dengan penyerahan pusaka tombak Abirawa oleh Bupati kepada pemimpin rombongan kirab. Setelah prosesi tersebut, kirab budaya resmi diberangkatkan dan diikuti oleh 86 kelompok peserta, termasuk OPD, perwakilan kecamatan, dan sekolah-sekolah di Kabupaten Batang.

Mereka tampil dengan berbagai busana adat dari berbagai daerah, menciptakan pemandangan yang kaya warna dan sarat makna. Bupati dan istrinya menaiki kereta kuda yang disediakan dari Yogyakarta, diikuti tamu undangan dan pimpinan OPD di kereta lain, sehingga membentuk iring-iringan yang panjang.

Sepanjang rute kirab yang mengelilingi kawasan Pemkab Batang, masyarakat tampak antusias menyambut rombongan. Sorak sorai dan lambaian tangan mengiringi perjalanan kirab, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Selain itu, bupati bersama rombongan juga membagikan uang kepada masyarakat dalam tradisi yang dikenal sebagai udek-udekan. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri dan disambut antusias warga yang telah menanti sejak pagi.

17 Gunungan Simbol Kemakmuran

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo menjelaskan bahwa kirab budaya tahun ini hadir dengan konsep yang lebih beragam dibanding tahun sebelumnya. “Pesertanya bertambah, ada 86 kelompok. Bahkan, tahun ini kita juga melibatkan SLB yang sebelumnya belum ikut,” kata Bambang di sela acara.

Dia menambahkan, kirab tahun ini mengusung tema ‘Batang Gumregah, Anggayuh Barokah, Datan Kantun Budaya Luhung, Kuncara Hanjayeng Bawana’, yang mengandung makna harapan agar Kabupaten Batang memperoleh keberkahan melalui pelestarian budaya luhur, sehingga semakin dikenal luas.

Selain itu, terdapat 17 gunungan hasil bumi yang menjadi simbol kemakmuran daerah. Gunungan tersebut merupakan representasi potensi pertanian dari masing-masing kecamatan. “Gunungan ini berisi hasil bumi seperti sayur dan buah, menunjukkan bahwa Batang itu lohjinawi, kaya akan sumber daya alam,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kerumunan saat pembagian gunungan, panitia menyiapkan gunungan lain yang tidak diikutkan dalam kirab sehingga tetap dapat dibagikan kepada masyarakat setelah acara selesai.

Pentingnya Pelestarian Budaya

Kirab budaya ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk terus nguri-uri atau melestarikan budaya serta mengenang perjuangan para pendiri Kabupaten Batang.

Rangkaian peringatan HUT ke-60 Batang akan dilanjutkan dengan kegiatan sarasehan yang menghadirkan tokoh penting nasional, termasuk rencana kehadiran Sri Sultan Hamengkubuwono dari Yogyakarta.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *