My WordPress Blog
Bisnis  

Saran Menperin untuk Produsen Otomotif Jepang di Indonesia



Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan respons terkait peta persaingan pasar otomotif dalam negeri saat ini. Fokus utamanya adalah pada dominasi pabrikan Jepang yang mulai terganggu oleh pesaing asal Tiongkok yang menawarkan produk dengan harga lebih terjangkau.

“Ya, saya kira itu juga menjadi tantangan bagi brand Jepang karena semuanya berkaitan dengan pasar. Mereka harus bisa menyesuaikan apa yang diinginkan pasar,” ujar Agus saat berbicara di Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Selain itu, Agus menambahkan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus pada transisi penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Momentum tersebut dimanfaatkan secara baik oleh pabrikan Tiongkok melalui model mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

“Kedua produsen Jepang juga harus bisa membaca bahwa kebijakan kita akan beralih lebih cepat kepada mobil-mobil berbasis listrik atau EV,” jelasnya.



“Ini menjadi pelajaran penting dari konflik di Timur Tengah mengenai ketahanan energi kita, di mana kita harus mampu merancang sebanyak mungkin kebutuhan produksi yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil dan BBM,” tambah Agus.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merek-merek Jepang masih mendominasi pasar otomotif Tanah Air. Beberapa nama seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi masih menjadi pemain utama di pasar.

Jika dilihat dari data tiga tahun terakhir sejak 2023, brand-brand konvensional seperti di atas masih mempertahankan posisinya sebagai merek mobil terlaris. Namun, sejak 2024 hingga 2025, pola penjualan mulai menunjukkan perubahan.

Berikut daftar 10 merek mobil terlaris pada tahun 2023:

  • Toyota (W: 336.777 unit; R: 325.295 unit; MS: 33,5% & 32,6%)
  • Daihatsu (W: 188.000 unit; R: 194.108 unit; MS: 18,7% & 19,4%)
  • Honda (W: 138.967 unit; R: 128.101 unit; MS: 13,8% & 12,8%)
  • Suzuki (W: 81.057 unit; R: 82.244 unit; MS: 8,1% & 8,2%)
  • Mitsubishi Motors (W: 77.416 unit; R: 81.792 unit; MS: 7,7% & 8,2%)
  • Hyundai (W: 35.500 unit; R: 35.736 unit; MS: 3,5% & 3,6%)
  • Mitsubishi Fuso (W: 31.553 unit; R: 33.283 unit; MS: 3,1% & 3,3%)
  • Isuzu (W: 31.427 unit; R: 31.597 unit; MS: 3,1% & 3,2%)
  • Hino (W: 28.499 unit; R: 27.729 unit; MS: 2,8% & 2,8%)
  • Wuling (W: 23.540 unit; R: 25.992 unit; MS: 2,3% & 2,6%).

*W: wholesales, R: retail, MS: market share

Daftar 10 merek mobil terlaris pada tahun 2024:

  • Toyota (W: 288.982 unit; R: 293.788 unit; MS: 33,4% & 33%)
  • Daihatsu (W: 163.032 unit; R: 168.263 unit; MS: 18,8% & 18,9%)
  • Honda (W: 94.742 unit; R: 103.023 unit; MS: 10,9% & 11,6%)
  • Mitsubishi Motors (W: 72.217 unit; R: 74.030 unit; MS: 8,3% & 8,3%)
  • Suzuki (W: 66.809 unit; R: 69.392 unit; MS: 7,7% & 7,8%)
  • Mitsubishi Fuso (W: 27.721 unit; R: 27.683 unit; MS: 3,2% & 3,1%)
  • Isuzu (W: 26.379 unit; R: 28.759 unit; MS: 3% & 3,2%)
  • Hino (W: 24.158 unit; R: 22.925 unit; MS: 2,8% & 2,6%)
  • Hyundai (W: 22.361 unit; R: 22.097 unit; MS: 2,6% & 2,5%)
  • Wuling (W: 21.932 unit; R: 25.067 unit; MS: 2,5% & 2,8%).

Daftar 10 merek mobil terlaris pada tahun 2025:

  • Toyota (W: 250.431 unit; R: 258.923 unit; MS: 31,2% & 31,1%)
  • Daihatsu (W: 130.677 unit; R: 137.855 unit; MS: 16,3% & 16,5%)
  • Mitsubishi Motors (W: 71.781 unit; R: 70.338 unit; MS: 8,9% & 8,4%)
  • Suzuki (W: 66.345 unit; R: 64.838 unit; MS: 8,3% & 7,8%)
  • Honda (W: 56.500 unit; R: 71.233 unit; MS: 7% & 8,5%)
  • BYD (W: 46.711 unit; R: 44.342 unit; MS: 5,8% & 5,3%)
  • Mitsubishi Fuso (W: 25.235 unit; R: 25.613 unit; MS: 3,1% & 3,1%)
  • Isuzu (W: 25.121 unit; R: 25.295 unit; MS: 3,1% & 3%)
  • Chery (W: 19.391 unit; R: 19.485 unit; MS: 2,4% & 2,3%)
  • Hyundai (W: 19.007 unit; R: 19.664 unit; MS: 2,4% & 2,4%).



Terlihat belum ada merek yang mampu menggeser posisi Toyota dan Daihatsu di urutan pertama dan kedua. Namun, jika diamati dari jumlah distribusi hingga pangsa pasarnya dari tahun ke tahun, terjadi penyusutan. Terutama sejak brand asal Tiongkok mulai masuk ke Indonesia secara masif dalam dua tahun terakhir. Praktis porsi penjualan, baik itu wholesales (dari pabrik ke diler) atau retail (dari diler ke konsumen langsung) mulai tergerus.

Di sisi lain, tren penjualan kendaraan baru roda empat atau lebih dalam lima tahun terakhir ikut melandai. Terakhir kali pasar merasakan penjualan grosir di atas satu juta unit terjadi pada 2023, setelahnya tidak sampai 900 ribu unit.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *