My WordPress Blog

Pertama Kali ke Sumba, Laura Basuki Jatuh Hati pada Seafood dan Pengrajin Tenun

Pengalaman Berharga di Pulau Sumba

Laura Basuki, seorang aktris ternama, tidak hanya melihat film sebagai kesempatan untuk berakting di depan kamera. Baginya, setiap proyek film adalah peluang untuk menemukan pengalaman baru dan mengenal dunia yang lebih luas. Dalam proses syuting film terbarunya yang berjudul Yohanna, Laura mengunjungi Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk pertama kalinya.

Meskipun jadwal syutingnya sangat padat, Laura langsung jatuh cinta dengan keindahan dan kekayaan budaya yang ditawarkan oleh pulau yang dikenal sebagai The Forgotten Island tersebut. Ia merasa terpikat oleh berbagai hal yang ada di sana, mulai dari kuliner hingga seni tenun lokal.

Kekayaan Kuliner dan Budaya Lokal

Salah satu hal yang paling mengesankan bagi Laura adalah kekayaan kuliner dan budaya lokal Sumba. Selama masa syuting, ia menyaksikan bagaimana masyarakat setempat mempersiapkan hidangan laut yang segar dan lezat.

“Makanan di sana banyak seafood. Jadi, selama istirahat, kami biasanya hanya ngobrol-ngobrol sama ibu-ibu,” kenang Laura saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Selain itu, Laura juga sempat mengunjungi para pengrajin lokal untuk melihat proses pembuatan kain tenun Sumba yang terkenal. Ia mengaku sangat tertarik dengan kualitas dan keindahan kain-kain tersebut.

“Aku sempat datang ke ibu-ibu yang bikin kain-kain. Kain-kain Sumba tuh bagus banget, sempat belanja kain juga, sempat ketemu dengan ibu-ibu penenun di sana,” tambahnya.

Keindahan Alam yang Menakjubkan

Sebagai seorang publik figur yang akrab dengan visual, Laura memuji keindahan alam Sumba yang luar biasa. Menurutnya, hampir setiap sudut di Sumba memiliki estetika tinggi, bahkan tanpa perlu usaha ekstra untuk mengabadikannya melalui kamera.

“Bikin ketagihan banget karena mereka bukan cuma pemandangan yang bagus, tapi juga kehangatan orang-orangnya. Kamera asal (jepret) aja semuanya photogenic gitu di sana,” ujar Laura sambil tersenyum.

Medan Ekstrem dan Sambutan Hangat

Meski harus menghadapi medan ekstrem seperti menyetir mobil pick-up di pinggir jurang demi kebutuhan adegan, rasa lelah Laura terbayar dengan sambutan hangat dari masyarakat setempat. Ia merasa para kru film diterima dengan tangan terbuka sebagai bagian dari keluarga besar warga Sumba.

Rencana Kembali ke Sumba

Walaupun proses syuting film Yohanna hanya berlangsung sekitar 10 hari pada April 2022 lalu, durasi tersebut dirasa belum cukup bagi Laura untuk mengeksplorasi seluruh keindahan Sumba. Ia pun menyimpan keinginan untuk kembali lagi ke sana suatu saat nanti, namun kali ini untuk tujuan berlibur.

“Banyak tempat-tempat yang aku belum sempat eksplor, kayak mereka ada air terjunnya, pantainya. Pengen sih one day balik lagi ke sana,” tutupnya.

Film Yohanna sendiri merupakan karya sutradara Robby Ertanto yang menceritakan perjalanan seorang biarawati muda (diperankan oleh Laura Basuki) yang harus menghadapi realitas sosial keras di Sumba saat mencari bantuan kemanusiaan yang hilang. Film ini telah mendapatkan apresiasi internasional, salah satunya di Riviera International Film Festival, Italia.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *