My WordPress Blog
Budaya  

Mimika Menyambut Era Baru, Perayaan Paskah 2026 Jadi Awal Kehidupan Baru

Ibadah Fajar Paskah di Mimika Berlangsung Khidmat

Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti oleh ribuan umat Kristiani. Acara ini menjadi momen penting dalam memperingati kebangkitan Yesus Kristus, yang menjadi simbol harapan baru dan kemenangan atas dosa.

Acara ibadah dimulai pada pukul 02.30 WIT dini hari di halaman Gedung Eme Neme Yauware. Sebelumnya, umat Kristiani mengikuti pawai obor dari Lapangan Pasar Lama menuju Gereja Katedral Tiga Raja. Rute perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Cenderawasih dan Jalan Budi Utomo hingga akhirnya tiba di lokasi ibadah utama.

Dalam khotbahnya, Ketua Pengurus Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM), Pdt Pascal Victor Warint STh, menyampaikan pesan yang diambil dari Kitab 2 Korintus 5:17. Ia menjelaskan bahwa menjadi ciptaan baru berarti umat harus berani meninggalkan masa lalu yang gelap dan memulai pola hidup yang baru.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang,” ujarnya.

Pdt Pascal juga menekankan bahwa kebangkitan Kristus membawa perubahan besar bagi umat manusia, yaitu dari ketakutan menjadi keberanian. Menurutnya, saat Yesus ditangkap dan disalibkan, para murid diliputi rasa takut. Namun setelah kebangkitan-Nya, mereka memperoleh keberanian untuk menjalani hidup dan memberitakan kabar baik.

Kebangkitan Kristus, kata dia, memberikan keberanian bagi setiap orang percaya untuk keluar dari ketakutan dan memberitakan Injil sebagai kekuatan Allah. Ia juga menekankan bahwa kebangkitan Kristus menjadi dasar pembaruan hidup, di mana setiap orang dipanggil meninggalkan perbuatan dosa dan hidup dalam pola yang baru.

Kehidupan baru tersebut, lanjutnya, harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta tutur kata yang baik sehingga menjadi kesaksian bagi sesama. Selain itu, ia mengajak jemaat untuk berani keluar dari zona nyaman, membangun kehidupan dalam kasih, serta menjadi pembawa damai di tengah kemajemukan.

“Kebangkitan Kristus mempersatukan, meruntuhkan tembok pemisah, dan memulihkan hubungan antar sesama,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Mimika, Ananias Faot, menyampaikan bahwa perayaan Paskah bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, Paskah merupakan simbol kemenangan atas dosa dan membawa harapan baru bagi kehidupan umat manusia.

“Kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai lambang terang Kristus yang harus senantiasa dinyalakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Nilai-nilai tersebut menurut dia, harus tercermin melalui sikap hidup yang penuh kasih, persaudaraan, kejujuran dan kepedulian terhadap sesama. Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata dalam mempererat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan tenaga medis yang telah mendukung jalannya kegiatan hingga berlangsung dengan tertib dan lancar. Ananias berharap damai dan kasih Kristus senantiasa menyertai seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan, serta membawa Mimika menjadi daerah yang semakin maju, aman dan sejahtera.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *