My WordPress Blog

5 Fakta Menarik Burung Hornero, Tukang Bangunan Paling Handal di Dunia Burung

Burung “Oven” dari Amerika Selatan



Burung hornero merupakan jenis burung oven berukuran sedang yang berasal dari Amerika Selatan. Berbeda dengan burung oven Seiurus aurocapilla yang tergolong burung tepus (warbler), burung ini memiliki ciri khas berupa bulu berwarna cokelat polos dan pemakan serangga. Mereka tinggal di berbagai habitat mulai dari Meksiko hingga Amerika Selatan.

Di antara ratusan spesies burung oven, burung hornero paling dikenal karena kemampuan membangun sarang besar yang mirip dengan oven atau tungku tradisional. Nama “hornero” berasal dari kata “horno” dalam bahasa Spanyol yang artinya “oven”. Nama umum burung oven juga berasal dari bentuk sarang unik yang dibangun oleh burung ini.

Jadi Kebanggaan Warga Argentina



Terdapat delapan spesies burung hornero yang dikategorikan dalam genus Furnarius. Dari sekian banyak spesies, spesies rufous hornero (F. rufus) adalah yang paling terkenal.

Rufous hornero mudah ditemukan dan bahkan menjadi burung nasional Argentina. Burung ini sangat melekat dengan budaya lokal negara tersebut. Menurut laman BioExplorer, burung rufous hornero sering muncul dalam cerita rakyat Argentina. Di dalamnya, burung ini digambarkan sebagai pekerja yang rajin, sesuai dengan keuletannya dalam membangun sarang.

Warna Cokelat Polos Jadi Kamuflase



Kedelapan spesies burung hornero tampil sederhana dengan bulu berwarna kecokelatan yang seragam. Hanya spesies crested hornero yang agak mencolok karena memiliki jambul. Menurut laman Carolina Birds, warna cokelat polos membantu burung hornero menghindari deteksi predator saat mencari makan.

Burung hornero merupakan burung semiterestrial yang suka mencari makan di tanah. Dengan paruh kuat, mereka mengorek tanah dan serasah untuk menemukan serangga dan berbagai jenis invertebrata. Burung ini menarik perhatian pengamat burung karena sifat pemberani dan kicauan yang lantang.

Sarang Berbentuk Oven Dibuat dari Tanah Liat



Ciri khas burung hornero yang paling dikenal ialah sarang berbentuk oven. Seperti tukang bangunan yang terampil, burung hornero membangun sarang secara bertahap menggunakan lumpur, tanah liat, dan serat tumbuhan. Semua material ini akan mengeras dan membentuk struktur berkubah yang kokoh.

Satu sarang bisa memerlukan waktu pembangunan hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Contohnya, rufous hornero membutuhkan waktu 2—3 bulan untuk membangun sarang. Sarang kompak biasanya dibangun bersama pasangan.

Sarang Berbentuk Oven Efektif Mencegah Predator



Burung hornero tidak hanya membangun sarang yang kokoh, tetapi juga memiliki struktur antipredator. Di dalam sarang, terdapat dinding yang membagi area pintu masuk dari ruang bersarang.

Sarang burung hornero memiliki pintu masuk samping yang melengkung di belakang ruang bersarang. Untuk menuju area bersarang, burung harus melewati terowongan melengkung. Menurut laman Birds of the World, kerumitan ini dapat mencegah predator mengakses telur dan anak burung hornero.

Selain itu, burung hornero tidak menggunakan sarang untuk kedua kalinya. Mereka lebih suka membangun sarang baru dengan kerja keras. Sarang baru sering dibangun di atas sarang lama, sehingga tidak jarang dua atau tiga sarang oven besar terlihat saling tumpuk di atas pohon. Sarang yang tidak dipakai bisa digunakan oleh berbagai jenis burung lain.

Sungguh unik, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung hornero? Apa kamu tertarik untuk melihat hasil jerih payah dan keterampilan burung hornero dalam membangun sarang secara langsung?

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *