Penggunaan Pre-Workout dan Dampaknya pada Kualitas Tidur
Pre-workout sering dianggap sebagai bahan bakar sebelum berolahraga. Campuran bubuk ini biasanya diminum sebelum olahraga untuk meningkatkan energi, fokus, dan performa latihan. Produk pre-workout merupakan suplemen multi bahan yang biasanya mengandung kombinasi zat seperti kafein, kreatin, branched-chain amino acids (BCAA), nitrat, dan pemanis. Formula ini dirancang untuk membantu meningkatkan performa latihan, terutama dalam hal energi dan daya tahan otot.
Penggunaannya cukup umum. Dalam penelitian terbaru, sekitar 22 persen remaja dan dewasa muda melaporkan menggunakan pre-workout dalam 12 bulan terakhir. Bagi banyak orang yang aktif di gym, efeknya terasa cepat: tubuh lebih “terbangun”, latihan terasa lebih intens, dan rasa lelah datang lebih lambat. Namun, di balik efeknya itu, para peneliti mulai menemukan hubungan yang cukup mengkhawatirkan, terutama terkait durasi tidur.
Studi Baru Menunjukkan Hubungan antara Pre-Workout dan Kurang Tidur
Studi baru dalam jurnal Sleep Epidemiology menunjukkan bahwa penggunaan suplemen ini mungkin berkaitan dengan tidur yang jauh lebih pendek pada anak muda. Penelitian tersebut menggunakan data dari Canadian Study of Adolescent Health Behaviors, yang melibatkan 912 peserta berusia 16–30 tahun di Kanada. Rata-rata usia peserta 23,4 tahun, dengan latar belakang demografis yang cukup beragam.
Para peneliti menanyakan dua hal utama kepada peserta:
– Apakah mereka menggunakan pre-workout dalam 12 bulan terakhir.
– Berapa jam mereka tidur rata-rata setiap malam dalam dua minggu terakhir.
Hasilnya cukup mencolok. Peserta yang melaporkan menggunakan pre-workout ternyata memiliki kemungkinan sekitar 2,5 kali lebih besar untuk tidur lima jam atau kurang per malam, dibanding mereka yang tidak menggunakan suplemen tersebut. Padahal, pedoman tidur menyarankan bahwa remaja butuh sekitar 8–10 jam tidur per malam, dan dewasa muda butuh sekitar 7–9 jam. Artinya, tidur lima jam jauh di bawah batas yang dianggap sehat. Jika terjadi terus-menerus, durasi tidur ini dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, mulai dari fungsi kognitif, kesehatan mental, hingga performa akademik dan fisik.
Kandungan Kafein Tinggi Bisa Mengganggu Ritme Tidur
Salah satu alasan utama mengapa pre-workout dapat memengaruhi tidur adalah kandungan kafein yang sangat tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa satu porsi pre-workout dapat mengandung sekitar 91 hingga 387 mg kafein, dengan rata-rata sekitar 254 mg per porsi. Sebagai perbandingan, soda cola mengandung sekitar 35 mg kafein, sedangkan secangkir kopi mengandung sekitar 100 mg kafein. Artinya, satu porsi pre-workout bisa mengandung beberapa kali lipat kafein dari minuman biasa.
Secara biologis, kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di otak, yaitu zat yang memberi sinyal bahwa tubuh sudah lelah dan perlu tidur. Efek ini membuat tubuh tetap terjaga lebih lama dan dapat menunda pelepasan hormon melatonin yang membantu mengatur siklus tidur. Karena efek tersebut dapat bertahan berjam-jam, para peneliti menyarankan agar pre-workout tidak dikonsumsi setidaknya 12–14 jam sebelum waktu tidur.
Masalahnya, itu bisa menjadi tantangan bagi banyak anak muda. Jadwal sekolah, kuliah, atau pekerjaan sering membuat mereka berolahraga pada sore atau malam hari, sehingga konsumsi pre-workout terjadi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Peringatan tentang Penggunaan Suplemen
Temuan ini tidak berarti bahwa pre-workout berbahaya. Namun, penelitian tersebut menyoroti bahwa suplemen yang sering dianggap sebagai bagian normal dari gaya hidup fitness tetap memiliki efek biologis yang nyata pada tubuh. Bagi remaja dan dewasa muda, yang sedang berada pada fase penting pertumbuhan fisik dan mental, tidur yang cukup tetap menjadi salah satu faktor kesehatan paling mendasar. Mengabaikannya demi tambahan energi di gym bisa membawa konsekuensi yang tidak disadari.
Referensi
Kyle T. Ganson, Alexander Testa, and Jason M. Nagata, “Use of Pre-workout Dietary Supplements Is Associated With Lower Sleep Duration Among Adolescents and Young Adults,” Sleep Epidemiology 5 (November 30, 2025): 100124, https://doi.org/10.1016/j.sleepe.2025.100124.
“Popular pre-workout supplements linked to shorter sleep among Canadian adolescents.” EurekAlert! Diakses Maret 2026.
Pertanyaan Umum
- Apakah Suplemen Pre-Workout Benar-benar Efektif?
- Perbedaan Utama Kreatin dan Suplemen Pre-Workout
- Suplemen Pre-Workout dan Post-Workout, Apa Perbedaannya?









