Workshop Mewarnai dalam Kampung Ramadan Gada Membaca
Sebanyak 79 anak berpartisipasi dalam workshop mewarnai yang diadakan dalam rangkaian kegiatan Kampung Ramadan 1447 H. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Gada Membaca di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, pada hari Sabtu (7/3/2026). Workshop ini menjadi salah satu bagian dari upaya komunitas untuk menumbuhkan minat literasi dan kreativitas anak sejak dini.
Pelukis Syarif Husein Mengenalkan Warna Dasar
Kegiatan tersebut menghadirkan pelukis dari Komunitas Seni Lukis Galuh, yaitu Kang Syarif Husein, sebagai pendamping workshop. Ia memulai sesi dengan mengenalkan berbagai jenis warna dasar kepada para peserta. Dengan cara ini, anak-anak diajarkan tentang konsep dasar seni lukis sekaligus membangun pemahaman mereka terhadap warna dan penggunaannya.
Menurut Kang Syarif, melukis bukan hanya sekadar aktivitas seni, tetapi juga sarana edukasi yang dapat meningkatkan kreativitas dan ekspresi anak. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi upaya melestarikan budaya seni rupa sejak dini. “Melukis dapat menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kreativitas anak sekaligus melestarikan budaya seni rupa sebagai bagian dari peradaban bangsa,” ujarnya.
Mendorong Kreativitas dan Ekspresi Anak
Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk bereksplorasi dan berekspresi bebas. Menurutnya, anak-anak sebaiknya dibiasakan untuk belajar melukis secara rutin sesuai dengan minat mereka tanpa adanya paksaan. Hal ini akan membantu mereka mengembangkan imajinasi serta kemampuan teknis dalam berkarya.
Selain itu, Kang Syarif juga menyampaikan bahwa literasi sangat penting dalam dunia seni. Ia menilai bahwa membaca dapat memperkaya wawasan, imajinasi, serta meningkatkan keterampilan teknis dalam berkarya. “Pengetahuan yang luas melalui membaca akan membantu pelukis menghasilkan karya yang lebih variatif dan tidak monoton dalam merespons objek,” katanya.
Literasi Visual dan Pemahaman Budaya
Ia menambahkan bahwa literasi dalam seni rupa, khususnya literasi visual, berfungsi meningkatkan kemampuan dalam menganalisis, memaknai, serta mengapresiasi karya seni secara lebih mendalam. Literasi ini juga dinilai dapat menjembatani pemahaman budaya dengan menggabungkan literasi bahasa dan seni rupa, serta meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Apresiasi dari Guru dan Peserta
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari para guru yang turut mendampingi peserta. Kepala MIS Winduraja, Hari Rais Alqori, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Selain mengasah kreativitas, ia menilai kegiatan ini menjadi aktivitas positif selama bulan Ramadan.
Sementara itu, Kiki, guru PAUD di RA Assalam Dusun Hayawang, Desa Winduraja, mengatakan bahwa kegiatan workshop membuat anak-anak merasa senang, terinspirasi, serta menjadi lebih kreatif. “Anak-anak terlihat senang dan lebih kreatif, bahkan kami sebagai guru juga jadi belajar bagaimana cara mewarnai yang baik untuk anak,” katanya.
Upaya Komunitas Gada Membaca
Pembina Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, menjelaskan bahwa kegiatan workshop mewarnai merupakan bagian dari upaya komunitas dalam menumbuhkan minat literasi dan kreativitas anak sejak dini, khususnya di momentum bulan Ramadan. Menurutnya, Kampung Ramadan Gada Membaca tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga aktivitas edukatif dan kreatif bagi anak-anak.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan menumbuhkan minat literasi. Seni dan membaca memiliki keterkaitan yang kuat dalam membangun imajinasi serta memperluas wawasan anak,” ujar Agus.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus mendorong anak-anak untuk gemar membaca sekaligus menyalurkan kreativitas melalui berbagai media, termasuk seni lukis.
Penutup
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sambil menunjukkan hasil karya lukisan mereka sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas yang telah ditampilkan dalam workshop tersebut.











