Kesiapan PO Rinra Trans Jelang Arus Mudik Idulfitri 1447 Hijriah
Jelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Perusahaan Otobus (PO) Rinra Trans masih belum mengalami lonjakan penumpang. Menurut riset yang dilakukan oleh pihak perusahaan, kenaikan jumlah penumpang diperkirakan akan terjadi pada H-7 lebaran atau sekitar tanggal 13-14 Maret 2026.
Risal, Officer Rinra Trans, menjelaskan bahwa saat ini belum ada peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di kantornya, Ruko HCC, Jl Perintis Kemerdekaan A 5, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/3/2026).
“Belum ada lonjakan penumpang saat ini. Mungkin di H-7 lebaran (lonjakan penumpang),” katanya.
Rute dan Armada yang Disiapkan
PO Rinra Trans melayani tiga rute pulang pergi, yaitu:
- Kota Makassar-Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar)
- Kota Makassar-Kota Palopo
- Kota Makassar – Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur (Lutim)
Untuk tiga rute tersebut, PO Bus milik PT Roti Maros Salenrang ini menyiapkan sembilan armada, satu di antaranya bus pariwisata. Dalam rute Makassar-Mamuju, terdapat empat bus yang disiapkan dengan dua tipe, sleeper dan executive.
- Bus sleeper memiliki kapasitas 23 seat dengan harga Rp 350 ribu.
- Bus executive memiliki kapasitas 26 seat dengan harga Rp 300 ribu.
Sedangkan untuk rute Makassar-Palopo, tersedia dua bus dengan kapasitas 34 seat dan harga tiket Rp 280 ribu. Untuk rute Makassar-Mangkutana, dua bus juga disiapkan dengan kapasitas 28 seat dan harga tiket berkisar antara Rp 260 ribu hingga Rp 300 ribu.
Namun, Risal menyebutkan bahwa harga tiket bisa mengalami kenaikan pada H-7 lebaran. “Potensi kenaikan H-7, kisaran lima persen,” ujarnya.
Peningkatan Kualitas Pelayanan
Demi bersaing dengan PO Bus lainnya, Rinra Trans fokus pada peningkatan kualitas pelayanan. Menurut Risal, fasilitas yang dimiliki setiap armada umumnya sama, sehingga perlu adanya peningkatan layanan agar dapat memenuhi kebutuhan penumpang.
“Perlu ditingkatkan adalah pelayanan,” katanya.
Untuk memastikan armada layak jalan, pihak perusahaan melakukan pemeriksaan berkala setiap hari. Bila ada potensi kerusakan, segera diperbaiki agar tidak mengganggu perjalanan.
“Biar sebelum mudik, setiap hari kami memang pengecekan berkala,” tambahnya.
Tanggapan atas Program Mudik Gratis Pemerintah
Risal turut merespons program mudik gratis yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Ia menyambut positif program tersebut dan merasa tidak terancam dengan beralihnya pemudik ke program mudik gratis.
“Adanya mudik gratis bagus karena bus-bus biasa full. Bisa saja pemudik yang belum kebagian tiket bisa lewat mudik gratis,” ujarnya.
Detail Program Mudik Gratis Pemerintah
Pemprov Sulsel menyediakan 10 rute mudik gratis dari Kota Makassar ke berbagai daerah. Pendaftaran dibuka pada Selasa (10/3/2026) pukul 09.00-14.00 WITA di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 15, Kota Makassar. Keberangkatan dijadwalkan pada 16 Maret 2026 pukul 10.00 Wita dengan titik kumpul di Jembatan Toraja CPI, Makassar.
Pemudik diimbau hadir lebih awal, pukul 08.00 Wita, untuk proses pengecekan dan persiapan sebelum perjalanan dimulai. Syarat pendaftaran meliputi fotokopi KTP atau SIM, fotokopi Kartu Keluarga, serta fotokopi dokumen kendaraan roda dua bagi peserta yang ingin mengirimkan motor.
Sebanyak 13 unit bus besar berkapasitas 35–40 kursi disediakan Pemprov Sulsel, dengan target sekitar 500 penumpang. Selain itu, unit bus juga datang dari program CSR Jasa Raharja yang menyediakan hingga 10 unit bus berkapasitas 23 kursi.
Bus Jasa Raharja ini diproyeksikan menambah kapasitas sekitar 230 penumpang, terutama untuk rute Makassar–Palopo. Total potensi peserta mudik gratis melalui jalur darat diperkirakan mencapai sekitar 700 hingga 750 orang.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











