My WordPress Blog
Bisnis  

Qatar Energy Hentikan Produksi LNG, Saham Mana yang Menarik?



Pergerakan positif di pasar saham sejumlah perusahaan energi, khususnya yang bergerak dalam bisnis gas, diproyeksikan akan terjadi. Hal ini mengingat adanya gangguan operasional LNG terbesar di dunia milik Qatar Energy akibat serangan dari Iran. Pabrik Ras Laffan yang dioperasikan oleh perusahaan tersebut mencakup sekitar 20% pasokan LNG global.

Penghentian operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dinilai memiliki potensi untuk mengancam keamanan energi global serta menimbulkan ketidakstabilan di pasar. Dampaknya, harga gas berjangka Eropa melonjak tajam, bahkan mencatat kenaikan tertinggi sejak krisis energi 2022 akibat invasi Rusia ke Ukraina. Harga gas di Eropa sempat meningkat hingga 54%.

Selain itu, pengiriman LNG dari kawasan Timur Tengah juga terganggu sejak akhir pekan. Sebagian besar kapal tanker menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis distribusi energi global di pintu masuk Teluk Persia.

Seorang analis Bruegel, Simone Tagliapietra, menyampaikan bahwa ancaman terhadap keamanan pasokan sudah ada dan saat ini. Ia menegaskan bahwa besarnya ancaman bergantung pada durasi penutupan, tetapi kini kita berada dalam skenario baru.

Dari sisi analisis pasar, Retail Research Team Leader CGS International Sekuritas Indonesia, Mino, menilai kabar ini menjadi katalis positif bagi emiten gas seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Menurut Mino, keempat emiten tersebut memiliki peluang untuk menguat, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai strategi trading jangka pendek. Dalam perdagangan sebelumnya, saham-saham energi tersebut telah menguat seiring lonjakan harga minyak mentah dunia. Untuk hari ini, sentimen tambahan berasal dari kenaikan harga gas global.

MEDC, ENRG, dan RAJA disebut membentuk pola bullish continuation, sedangkan RATU masih berada dalam fase indecision atau pergerakan yang belum menunjukkan arah jelas. Meski demikian, peluang penguatan tetap terbuka seiring sentimen positif sektor energi.

Dari sisi teknikal, Mino merekomendasikan area support dan resistance sebagai berikut: MEDC memiliki area support Rp 1.935 dan resistance Rp 2.050; ENRG area support di Rp 2.120 dan resistance di Rp 2.280; RAJA area support di Rp 4.590 dan resistance Rp 4.810; serta RATU area support Rp 7.340 dan resistance Rp 7.400.

Mino menyarankan investor memanfaatkan momentum ini untuk strategi trading jangka pendek, dengan tetap mencermati perkembangan harga energi global dan dinamika geopolitik.

Selain itu, pemain LNG domestik seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga berpeluang menguat. PGAS merupakan salah satu utama dalam bisnis LNG. Perusahaan memiliki anak perusahaan yang fokus pada bisnis LNG bernama PT PGN LNG Indonesia. Fokus utamanya meliputi trading LNG domestik dan internasional, pengelolaan FSRU Lampung, revitalisasi Tangki LNG Arun, serta pengembangan infrastruktur small-scale untuk memenuhi kebutuhan industri dan smelter.

Ke depan, PGN LNG berkomitmen untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas dan infrastruktur LNG di seluruh Indonesia dengan tujuan mendukung program pemerintah dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

Pundi-pundi rupiah PGAS juga berasal dari penjualan LNG. Mengutip laporan kuartal III tahun 2025, PGAS memiliki persediaan gas alam dan LNG senilai Rp US$ 23,80 miliar atau setara dengan Rp 397,32 juta.

Di pos pendapatan, segmen trading LNG menyumbang US$ 137,56 juta dari total pendapatan perseroan pada periode tersebut. Adapun pendapatan PGAS pada triwulan ketiga tahun lalu mencapai US$ 2,92 miliar.

D’Origin Advisory merekomendasikan investor membeli saham PGAS di rentang harga 2.450 – 2.420 dengan target harga ke level 2.500 – 2.550.

“Harga terkoreksi lalu reject pada level support membentuk hammer candlestick pada 1H time frame, sehingga berpeluang rebound dan melanjutkan penguatan,” kata D’Origin dalam keterangannya.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *