Pengaruh Stephen King dalam Serial Stranger Things
Stranger Things, serial fantasi yang menjadi favorit banyak penggemar, menawarkan kisah yang menggabungkan elemen petualangan dan horor. Tayang perdana pada musim panun 2016, serial ini menceritakan seorang ibu yang mencari putranya yang hilang dan sekelompok remaja yang berteman dengan seorang gadis berkekuatan telekinetik. Kisah ini menarik perhatian semua kalangan karena kesamaannya dengan film-film petualangan tahun 1980-an serta pengaruh karya-karya Stephen King.
Stephen King adalah salah satu penulis terkenal yang memberikan inspirasi besar bagi genre horor. Karya-karyanya seperti It, Carrie, The Shining, dan Salem’s Lot menjadi dasar bagi banyak film dan serial lain. Oleh karena itu, tidak heran jika Stranger Things terinspirasi dari karya-karya maestro horor tersebut. Berikut beberapa kesamaan antara Stranger Things dan karya-karya Stephen King:
1. Penggunaan Font Klasik yang Sama
Serial Stranger Things menggunakan font ITC Benguiat, yang memiliki estetika neon. Font ini sering ditemukan pada novel-novel Stephen King di era 80-an, seperti Needful Things, Night Shift, dan Pet Sematary. Selain itu, font ini juga digunakan dalam buku Choose Your Own Adventure, video game Nier: Automata, dan beberapa film Star Trek. Keberadaan font ini memperkuat hubungan antara Stranger Things dan karya-karya Stephen King.
2. Kota Kecil sebagai Latar Cerita

Kota-kota kecil sering menjadi latar cerita horor, termasuk dalam karya-karya Stephen King. Misalnya, kota Derry dalam It atau Jerusalem’s Lot dalam Salem’s Lot. Stranger Things juga mengambil latar di kota kecil fiksi Hawkins, Indiana. Hal ini mencerminkan kecenderungan Stephen King untuk menggunakan lingkungan pedesaan sebagai tempat munculnya ketakutan dan misteri.
3. Karakter yang Awalnya Dikucilkan

Dalam kisah Stephen King, pahlawan biasanya awalnya dikucilkan oleh masyarakat. Contohnya, Losers Club dalam It dan Carrie White dalam Carrie. Dalam Stranger Things, empat sahabat—Mike, Dustin, Lucas, dan Will—serta Eleven, seorang anak yang punya kemampuan psikis, juga merupakan tokoh yang awalnya dianggap aneh. Mereka berhasil melawan rasa takut dan ketidakadilan dengan kekuatan mereka sendiri.
4. Gadis dengan Kemampuan Luar Biasa

Eleven dalam Stranger Things memiliki kemampuan telekinesis dan telepati, mirip dengan karakter-karakter dalam karya Stephen King. Contohnya, Charlie McGee dalam Firestarter yang bisa menyalakan api hanya dengan pikirannya, dan Carrie dalam Carrie yang memiliki kekuatan telekinetik. Kedua karakter ini juga menjadi buronan pemerintah yang ingin memanfaatkan kekuatan mereka.
5. Pelaku Perundungan yang Berubah Menjadi Psikopat

Dalam Stranger Things, Troy dan James adalah pelaku perundungan yang akhirnya berubah menjadi psikopat. Hal ini mirip dengan situasi dalam karya Stephen King, seperti Henry Bowers dalam It yang memperparah siksaan korban. Perubahan ini menunjukkan bagaimana rasa takut dan kebencian bisa membuat seseorang melakukan tindakan ekstrem.
6. Dimensi Lain yang Terinspirasi dari Karya Stephen King

Dalam Stranger Things, Upside Down dan The Abyss adalah dimensi lain yang menjadi tempat bagi entitas jahat seperti Demogorgon. Konsep ini mirip dengan The Mist karya Stephen King, di mana kabut yang disebutkan dalam judul adalah dimensi lain yang memasuki dunia nyata. Dalam Lisey’s Story, ada dunia lain bernama Boo’ya Moon yang menjadi sumber inspirasi bagi penulis.
7. Monster yang Hidup dari Rasa Takut

Pennywise dalam It dan Vecna dalam Stranger Things adalah monster yang hidup dari rasa takut. Pennywise memanfaatkan ketakutan orang untuk bertahan hidup, sedangkan Vecna memanfaatkan trauma korbannya. Keduanya menunjukkan bagaimana ketakutan bisa menjadi senjata yang sangat efektif dalam dunia horor.
8. Polisi Baik dan Militer Jahat

Stranger Things menggambarkan polisi baik seperti Jim Hopper dan militer jahat yang terlibat dalam eksperimen yang menyebabkan kekacauan. Ini mirip dengan karya-karya Stephen King, di mana polisi sering digambarkan sebagai sosok mulia, sementara militer sering kali menjadi sumber masalah. Contohnya, George Bannerman dalam The Dead Zone dan Cujo digambarkan sebagai sheriff yang baik, sedangkan militer dalam The Stand dan The Mist terlibat dalam tindakan ekstrem.
9. Referensi Langsung pada Karya Stephen King

Dalam Stranger Things, ada adegan di mana Becky bertanya apakah Hopper dan Joyce pernah membaca karya Stephen King. Hal ini menunjukkan pengaruh langsung dari karya-karya Stephen King. Selain itu, beberapa buku seperti Cujo dan The Talisman juga muncul dalam serial ini. Bahkan, Stephen King sendiri memuji Stranger Things secara langsung di media sosial.











