My WordPress Blog

Menteri Perhubungan Tuntaskan Masalah Pasar Tumpah di Sulsel

Kunjungan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih ke Sulawesi Selatan

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah menteri dan wakil menteri dari Kabinet Merah Putih secara bergantian melakukan kunjungan ke Sulawesi Selatan. Tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah untuk mengevaluasi berbagai kondisi yang berdampak pada arus mudik menjelang Lebaran 1447 Hijriah.

Terbaru, pada Jumat (27/2/2026), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan ke Kota Makassar. Ia menghadiri rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sulsel untuk mengevaluasi keberadaan pasar tumpah yang berpotensi menyebabkan kemacetan selama masa mudik.

Dudy menyatakan bahwa aktivitas pedagang di bahu jalan dan parkir liar sering kali mempersempit badan jalan. Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di jalur mudik. Selain itu, pejalan kaki, pembeli, serta kendaraan yang keluar-masuk pasar juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di jalur poros dengan kecepatan tinggi. Kendaraan angkutan umum yang ngetem dan parkir liar turut membuat arus lalu lintas tidak teratur.

Kendaraan angkutan umum yang ngetem dan parkir liar turut membuat arus lalu lintas tidak teratur. Dampaknya kata Dudy, waktu tempuh menjadi lebih lama dan memicu kelelahan pengendara. Selain itu, karena bersifat tidak permanen, pengelolaan sampah di pasar tumpah kerap tidak optimal.

Dudy mencatat sedikitnya tujuh titik pasar tumpah yang rawan menyebabkan kemacetan di jalur utama mudik. Beberapa titik tersebut antara lain Pasar Mandai, Pasar Tradisional Tompo, Pasar Tumpah Poros Pallangga, Pasar Lambocca, Pasar Sentral Sam Ratulangi, Pasar Kalimbu, dan Pasar Rakyat Tello.

Menteri Bergilir

Sehari sebelumnya, Kamis (26/2), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir di Makassar. Ia menjadi pembicara dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Makassar. Sabtu (21/2), Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla meninjau Koperasi Desa Bone di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Lalu pada Minggu (15/2), Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Gedung Balai Sarkiah di Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Pada Kamis (29/1), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengunjungi Kabupaten Maros. Ia mengecek kawasan konservasi serta pengembangan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bantimurung.

Jumat (30/1), Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka juga mengunjungi Makassar. Isyana meninjau Kampung Keluarga Berkualitas serta pelaksanaan Program MBG di ibu kota Sulsel.

Titik-Titik Pasar Tumpah yang Rawan

Titik pertama yang disoroti oleh Menhub Dudy Purwagandhi adalah Pasar Mandai, perbatasan Makassar-Maros. Lokasi ini krusial karena berada di jalur poros utama dan berdekatan dengan Simpang 5 Mandai. Ruas ini merupakan urat nadi perekonomian sekaligus salah satu jalur terpadat di Indonesia Timur.

Setiap harinya, jalan ini dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga angkutan logistik berat. Akses ini menghubungkan hingga 17 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, serta menjadi penghubung ke Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan sejumlah provinsi lainnya.

Data Dinas Perhubungan Maros menunjukkan, jumlah kendaraan yang melintas selama arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2025 lalu mencapai 1.135.267 unit. Rinciannya, kendaraan dari arah Kabupaten Pangkep menuju Kota Makassar sebanyak 605.949 unit. Jumlah itu terdiri dari 257.046 sepeda motor, 170.280 mobil, serta 178.623 truk atau bus.

Sementara dari arah Makassar menuju Pangkep tercatat 529.318 kendaraan. Rinciannya, 259.972 sepeda motor, 213.900 mobil, serta 55.446 bus atau truk. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.

Selanjutnya titik kedua, Pasar Tradisional Tompo di Kabupaten Barru serta Pasar Tumpah Poros Pallangga di Kabupaten Gowa. Jalur Pallangga merupakan akses utama jalur selatan keluar dari Kota Makassar yang padat dilalui pemudik dari Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Sinjai sebagian.

Kemudian Pasar Lambocca di Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng. Pasar ini berada di tepi jalan poros menuju Bulukumba dan rawan menimbulkan kemacetan akibat parkir kendaraan yang tidak teratur. Titik berikutnya, Pasar Sentral Sam Ratulangi di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Dua titik lainnya berada di Makassar, yakni Pasar Kalimbu di Jl Veteran Utara, Kecamatan Bontoala serta Pasar Rakyat Tello di Kecamatan Manggala.

Strategi Pengamanan Lalu Lintas

Dudy menekankan perlunya pengaturan parkir dan angkutan umum agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo menyatakan pihaknya akan menyiapkan posko terpadu di sejumlah titik rawan macet. Posko difokuskan di arah keluar Kota Makassar, khususnya wilayah Kabupaten Maros dan Gowa.

Ia juga menyoroti simpang tiga di Maros yang saat musim mudik dapat mengalami kepadatan hingga berjam-jam. Catatan dari Menhub Dudy ini segera ditindaklanjuti Dishub Sulsel melalui strategi pengamanan dan pengaturan lalu lintas jelang puncak arus mudik.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *