My WordPress Blog
Budaya  

Refleksi Hari Pers Nasional: Peran Serambi Indonesia dalam Pendidikan Cucu Iskandar Muda

Peran Serambi Indonesia dalam Masyarakat Aceh

Setiap tanggal 9 Februari, pemerintah dan insan media di seluruh Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Di Aceh, suara-suara apresiasi terhadap jasa para jurnalis menggema. Pada hari yang sama, media terbesar di Aceh, Harian Serambi Indonesia, juga merayakan Hari Ulang Tahun. Serambi Indonesia didirikan di kawasan Lampriek Banda Aceh pada 9 April 1989. Pada Senin 9 April 2026, Serambi Indonesia genap berusia 37 tahun. Usia ini bukan lagi usia anak-anak atau remaja, melainkan masa dewasa. Sejak awal berdirinya, Serambi Indonesia telah menjelma menjadi lembaga pers yang sangat berperan dalam mencerdaskan masyarakat Aceh.

Awal Kehadiran Serambi Indonesia

Pada awal pendiriannya, Serambi Indonesia hanya berupa satu jenis media, yaitu koran cetakan. Koran ini terdistribusi dengan baik ke seluruh penjuru Aceh, bahkan hingga pelosok desa. Saat itu, tidak ada pilihan bacaan berita lokal, nasional, dan internasional yang dicintai oleh orang Aceh selain koran Serambi Indonesia. Di warung kopi, koran ini ditunggu warga sejak usai subuh, dibaca bergilir oleh penikmat kopi pancong hingga kertas koran runyoh pada petang hingga malam hari. Bagi warga Aceh, belum membaca koran Serambi Indonesia berarti belum update.

Mereka juga sering menebak isi koran esok harinya, terutama pada masa-masa konflik Daerah Operasi Militer (DOM), Darurat Sipil (DS), dan Darurat Militer (DM). Koran ini menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat Aceh, memberikan gambaran tentang peristiwa-peristiwa penting di dalam maupun luar negeri.

Perkembangan Serambi Group

Dalam konsep permediaan, terdapat tiga jenis media: media cetak, media elektronik, dan media digital atau online. Jika kita bawa Serambi Indonesia ke dalam wazan ini, maka Serambi Indonesia semakin sempurna. Kini, di bawah kepemimpinan Waled Zainal Arifin M. Nur S.Pd.I, Serambi Indonesia memiliki semua media sesuai konsepnya yang terpadu dalam Serambi Indonesia Group di bawah PT Aceh Media Grafika (AMG).

Serambi Indonesia kini memiliki media cetak (Harian Serambi Indonesia), media elektronik (Radio Serambi FM), dan sejumlah media digital seperti www.acehtribunnews.com, www.prohaba.com, serta aneka media sosial. Dengan adanya berbagai media ini, Serambi Indonesia mampu menjangkau lebih banyak audiens dan memberikan informasi yang lebih cepat dan akurat.

Fungsi Media sebagai Social Control

Dalam setahun terakhir, saya intens mempelajari konsep media dan peranan pers dalam masyarakat. Tidak hanya sebatas membaca berbagai buku dan artikel jurnal, saya juga rutin berbincang mengenai hal ini dengan dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Hasan Basri M. Nur PhD. Saya paham bahwa belajar itu tak cukup hanya dengan membaca saja, tapi mesti memiliki guru agar sanad ilmunya jelas.

Menurut Hasan Basri M. Nur, alumni PhD dari UUM Malaysia, terdapat lima fungsi media, salah satunya adalah social control. Serambi Indonesia telah memainkan semua fungsi media, termasuk kontrol sosial. Berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat selama 37 tahun telah disuarakan oleh Serambi Indonesia. Berita-berita bermuatan kontrol sosial yang diangkat oleh Serambi Indonesia sebagian besar tertangani dengan baik, mendapat respon segera dari pihak yang disorot.

Peran Parlemen dan Kritik terhadapnya

Sebenarnya terdapat lembaga yang secara khusus diberikan fungsi social control, yaitu lembaga legislatif seperti DPRK, DPRA, dan DPR-RI. Bahkan, orang-orang yang duduk di gedung parlemen digaji dari sumber uang pajak rakyat jelata. Namun, terkadang mereka larut dalam kemewahan dan lupa daratan. Mereka lupa memahami jeritan rakyat Aceh yang sebagian besar masih miskin. Ada anggota dewan yang mulai terlihat sombong, bahkan ada yang tega melihat dengan ujung mata pada orang-orang yang telah mengantarnya ke gedung parlemen.

Ada kelompok manusia yang terkadang lupa bahwa tak ada yang abadi dalam kekuasaan dan kemewahan. Perlu menjadi renungan: Apakah tidak cukup kisah Firaun dan Qarun sebagai iktibar? Semua akan sirna jika saatnya tiba. Presiden Trump di era post-modern juga redup tak lama lagi. Tunggu saja!

Terima Kasih untuk Serambi Indonesia

Kembali ke jasa Serambi Indonesia, sungguh luar biasa. Serambi Indonesia telah berbuat sangat banyak dalam membuka wawasan umat, terutama warga Aceh. Selaku pembaca Serambi Indonesia, saya hendak menyampaikan terima kasih pada Serambi Indonesia dan groupnya. Semoga semua pimpinan, wartawan, karyawan, hingga loper koran Serambi Indonesia selalu sehat, mudah rezeki, dan terus berbuat baik kepada umat.

Akhirnya, kita harapkan agar Serambi Indonesia istiqamah pada prinsip berpihak pada kebenaran pada masa-masa mendatang. Jangan pernah lelah menjadi lilin, cahaya penerang bagi cucu Iskandar Muda.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *