Teknologi Bedah Robotik Da Vinci Xi Hadir di Indonesia
Teknologi bedah robotik kini semakin umum digunakan dalam dunia medis, salah satunya adalah sistem robotik Da Vinci Xi yang kini tersedia di Indonesia. Metode ini dinilai memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan teknik bedah konvensional, terutama pada prosedur bedah minimal invasif yang mengutamakan presisi, keamanan, serta proses pemulihan pasien.
CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, menjelaskan bahwa pada prinsipnya robot bedah Da Vinci Xi dapat digunakan untuk hampir semua jenis operasi yang dilakukan dengan metode minimal invasif. Ia menyampaikan hal tersebut saat acara peresmian Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).
Berikut sejumlah keunggulan penggunaan robot bedah Da Vinci Xi yang dinilai bermanfaat bagi pasien dan dokter.
5 Keunggulan Sistem Robotik Da Vinci Xi
1. Presisi Operasi Lebih Tinggi
Sistem robotik Da Vinci Xi memungkinkan tindakan bedah dilakukan dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan prosedur yang sepenuhnya mengandalkan tangan manusia. Setiap gerakan dirancang agar lebih terukur, sehingga dokter dapat bekerja dengan akurasi yang konsisten sepanjang prosedur. Presisi menjadi faktor penting terutama saat operasi dilakukan pada area tubuh yang sensitif atau dekat dengan organ vital. Dengan tingkat ketelitian yang lebih baik, risiko kesalahan saat pemotongan jaringan dapat ditekan.
“Pemotongan jaringan itu sangat-sangat presisi karena dilakukan dengan robot. Jadi memang sudah diukur dan sangat-sangat presisi,” kata Rina.
2. Mampu Menjangkau Area Operasi yang Sulit
Tidak semua area tubuh mudah dijangkau dengan tangan manusia, terutama jika lokasi operasi berada di balik atau di antara organ lain. Keterbatasan sudut dan ruang gerak kerap menjadi tantangan dalam prosedur bedah konvensional. Melalui sistem robotik, dokter dapat menjangkau area-area yang sempit dan sulit diakses tanpa harus membuka jaringan secara luas. Hal ini membuat tindakan bedah dapat dilakukan dengan lebih aman dan terkontrol.
“Kalau ada satu organ atau jaringan yang mau diambil tetapi tertutup oleh bagian tubuh yang lain, robot ini bisa menjangkau sampai ke daerah yang sulit tersebut,” ujar Rina.
3. Mengurangi Risiko Cedera pada Organ Sekitar
Kemampuan menjangkau area sempit tidak hanya mempermudah tindakan operasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga organ lain di sekitarnya tetap aman. Pada prosedur konvensional, keterbatasan ruang gerak dapat meningkatkan risiko cedera jaringan yang tidak menjadi target operasi. Dengan bantuan robotik, tindakan bedah dapat difokuskan langsung pada area yang dituju tanpa banyak mengganggu organ lain di sekitarnya. Pendekatan ini membantu menekan risiko komplikasi akibat cedera organ.
“Dengan robot ini, untuk daerah yang sulit misalnya tertutup oleh organ lain itu lebih mudah dilakukan sehingga meminimalisir risiko untuk terjadinya cedera pada organ yang lain,” jelas Rina.
4. Menekan Risiko Kesalahan Akibat Kelelahan Dokter
Seperti diketahui, prosedur bedah tidak jarang berlangsung lama dan menuntut konsentrasi tinggi. Dalam kondisi tersebut, kelelahan fisik dan mental dokter dapat meningkatkan risiko kesalahan saat operasi. Bantuan robotik membantu mengurangi beban fisik dokter selama prosedur berlangsung. Meski tetap dikendalikan oleh dokter bedah, sistem robotik memungkinkan gerakan dilakukan dengan lebih stabil tanpa terpengaruh kelelahan.
“Kalau robot itu tidak ada lelahnya, tidak ada fatigue-nya, meskipun robot ini digerakkan oleh tangan, tetapi tenaga yang dikeluarkan oleh seorang surgeon atau dokter bedah itu tidak sebesar kalau dia harus melakukannya sendiri,” terang Rina.
5. Perdarahan Lebih Minimal dan Pemulihan Lebih Cepat
Keunggulan lain dari operasi robotik adalah dampaknya terhadap kondisi pasien pascaoperasi. Dengan tindakan yang lebih presisi dan minim cedera jaringan, jumlah perdarahan selama operasi cenderung lebih sedikit. Rina mencontohkan pengalaman operasi ginjal yang ia saksikan langsung, di mana meski jaringan yang dipotong cukup besar, perdarahan yang terjadi sangat minimal.
“Ginjal itu dipotong setengahnya, tapi darahnya itu sangat minimal, tidak sampai satu cangkir,” ujarnya. Minimnya perdarahan ini berpengaruh pada proses pemulihan pasien, termasuk waktu rawat inap yang lebih singkat dan kondisi pascaoperasi yang lebih stabil.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











