My WordPress Blog

Duka Ayah Lula Lahfah Mengenang Momen Terakhir Bersama Anak Sebelum Meninggal

Duka Mendalam Ayah Selebgram Lula Lahfah

Kehilangan seorang anak, terutama di usia muda, selalu menjadi duka yang sangat mendalam. Begitu pula yang dirasakan oleh Feroz Marikar, ayah dari selebgram Lula Lahfah (26 tahun), yang meninggal dunia dalam keadaan tidak terduga. Kepergian putrinya ini meninggalkan rasa sedih dan penyesalan yang dalam bagi keluarga.

Lula dikenal sebagai sosok yang ceria dan ramah kepada siapa pun. Namun, di balik sifatnya yang hangat, ia ternyata sering menyembunyikan penderitaannya dari keluarga. Hal ini disampaikan langsung oleh Feroz, yang mengungkapkan bahwa selama ini ia tidak memiliki firasat buruk tentang kematian putrinya. Meskipun begitu, ia masih ingat dengan kejadian aneh yang terjadi seminggu sebelum kepergian Lula.

Gelagat Anak yang Membuat Ayah Kekurangannya

Beberapa hari sebelum kematian Lula, ia tiba-tiba mengajak keluarga untuk makan bersama di rumah. Feroz merasa hal itu cukup aneh, karena biasanya Lula jarang mengadakan pertemuan keluarga seperti itu. Saat ditanya alasan mengapa mereka harus berkumpul, Lula hanya menjawab singkat bahwa ia ingin makan saja. Tidak ada penjelasan lebih lanjut.

“Seminggu sebelum meninggal, Lula ajak makan kita di rumah. Itu aja. Kita tanya ‘ada apa ini’, dia bilang nggak ada apa-apa, cuma pengen makan saja,” kenang Feroz. Momen itu kini menjadi kenangan terakhir yang sangat berharga baginya, seolah Lula ingin memastikan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta sebelum pergi untuk selamanya.

Dari momen itu, Feroz menyadari bahwa Lula adalah anak yang baik dan peduli pada keluarga. Bahkan, ia juga melihat bahwa Lula selalu bersikap baik kepada teman-temannya. “Dia anak yang baik, anak yang peduli sama orang tua. Kita juga melihat dia sama teman-temannya baik,” ujarnya.

Penyesalan atas Ketidaktahuan Tentang Kesehatan Anak

Feroz mengaku menyesal karena tidak tahu kondisi kesehatan Lula secara pasti. Selama ini, Lula tidak pernah menceritakan masalah kesehatannya kepada keluarga. Ia hanya berbagi dengan teman-temannya.

“Dia enggak pernah curhat,” kata Feroz. Menurutnya, keluarga hanya mengetahui penyakit Lula dari teman dekatnya. “Kami juga tahu (penyakitnya) dari teman-temannya, teman dekat dia saja.”

Meski demikian, Feroz mengonfirmasi bahwa Lula sempat mendapat perawatan di rumah sakit saat Tahun Baru lalu. Pada saat itu, Lula mengeluhkan penyakit asam lambung atau GERD yang kerap kambuh, serta pembengkakan usus. “Itu yang sering dia keluhkan, tapi dia enggak mengeluh (sakit) ke keluarga. Dia mengeluhnya ke teman-temannya, teman dekatnya. Dia bilang sakit banget,” ucap Feroz.

Temuan Jenazah Lula di Apartemen

Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa Lula ditemukan meninggal di apartemen tempat ia tinggal. Korban pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan setelah asisten rumah tangga (ART) merasa khawatir karena pintu kamar tidak terbuka.

“Korban ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 18.44 WIB pada Jumat, 23 Januari 2026,” kata Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya. Saat ditemukan, Lula dalam posisi telentang di atas tempat tidur dengan selimut putih. Pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.

Asiah, ART yang menemukan Lula, merasa curiga karena tidak mendapatkan respons dari korban. Setelah meminta bantuan manajemen apartemen, pintu kamar akhirnya dibuka dan ditemukan bahwa Lula sudah tidak bernapas lagi.

Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI. Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan kemudian tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum. Hasil autopsi akan menjadi dasar penyebab kematian Lula.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *