Penjelasan Pertamina Mengenai Kenaikan Harga BBM
Beberapa waktu terakhir, beredar di media sosial tangkapan layar yang menunjukkan proyeksi kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi akibat gejolak krisis minyak dunia. Namun, Pertamina secara resmi menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga Pertamax.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa informasi mengenai kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia meminta masyarakat untuk mencari informasi harga BBM melalui saluran resmi Pertamina, yaitu www.pertamina.com.
Baron juga menyampaikan dukungan terhadap imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap waspada terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya.
Proyeksi Kenaikan Harga BBM
Dalam informasi yang beredar, disebutkan bahwa harga jual BBM jenis Pertamax akan menjadi Rp17.850 per liter atau naik sebesar Rp5.550 per liter dari harga jual semula pada Maret 2026 yang senilai Rp12.300 per liter. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah dari Rp16.819 per 1 dolar AS menjadi Rp16.877 per 1 dolar AS.
Selain itu, kenaikan harga Pertamax (RON 92) juga dipengaruhi oleh lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 sebesar 62,44 persen atau 46,15 dolar AS per barel, dari 73,91 dolar AS per barel menjadi 120 dolar AS per barel; atau naik 62,99 persen (sekitar Rp4.925 per liter) dari Rp7.818 per liter menjadi Rp12.744 per liter.
Kenaikan harga jual juga diperkirakan akan terjadi untuk produk bensin lainnya, seperti:
- Pertamax Green 95 (dari Rp12.900 per liter, naik menjadi Rp19.150 per liter)
- Pertamax Turbo (dari Rp13.100 per liter naik menjadi Rp19.450 per liter)
Untuk BBM jenis solar, yakni Pertamina Dex juga diperkirakan akan mengalami kenaikan dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.950 per liter; serta Dexlite naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.650 per liter.
Upaya Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga BBM Subsidi
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengupayakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak naik di tengah krisis energi.
Memasuki pekan terakhir Maret, harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina masih stabil sejak pecahnya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Harga BBM SPBU Pertamina di Jakarta tercatat sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Pertamax Green: Rp12.900 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Pertamina terus memantau situasi pasar dan memastikan ketersediaan BBM tetap stabil. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari Pertamina dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak jelas sumbernya.











