My WordPress Blog

Kilas 2025: 3 Kasus Mutilasi Mengguncang Jawa Timur, Mulai dari Pacar hingga Bayi!



Selama tahun 2025, sejumlah kasus pembunuhan yang dilakukan dengan cara mutilasi mengguncang wilayah Jawa Timur. Kejadian ini sangat mengejutkan masyarakat karena pelaku tidak ragu-ragu untuk memotong tubuh korban secara sadis. Kasus-kasus tersebut menjadi perhatian besar di media sosial dan menjadi topik utama dalam berita sepanjang tahun ini. Mulai dari kasus koper merah di Ngawi hingga tindakan nekat seorang ibu di Jember yang memutilasi bayinya sendiri.

Pihak kepolisian segera bertindak cepat untuk menyelidiki dan menangani setiap kasus yang terjadi. Para pelaku kini harus menghadapi proses hukum untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka. Berikut adalah tiga kasus mutilasi yang paling mencolok sepanjang 2025:

1. Kasus Mutilasi Koper Merah di Ngawi-Kediri

Pada awal tahun 2025, masyarakat dihebohkan oleh penemuan mayat perempuan tanpa kepala dan kaki di dalam sebuah koper merah di Kabupaten Ngawi pada 19 Januari 2025. Korban bernama Uswatun Khasanah, usia 29 tahun. Ia dibunuh dan dimutilasi oleh suaminya, Rohmad Tri Hartanto alias Antok, 32 tahun.

Menurut informasi yang diberikan oleh Direskrimum Polda Jatim Kombespol Farman, kejadian bermula saat tersangka bertemu korban di Terminal Gayatri, Tulungagung, lalu menuju hotel di Kediri. Di sana terjadi percekcokan yang berujung pada pembunuhan. Tersangka mencekik korban hingga tidak sadarkan diri, kemudian kepalanya terbentur lantai kamar hotel dan meninggal dunia.

Alih-alih menolong, tersangka justru menghubungi temannya untuk mengambil koper, plastik, dan pisau. Awalnya korban akan dimasukkan utuh ke dalam koper, namun karena tidak cukup ruang, ia dimutilasi. Potongan tubuh korban seperti kepala, betis, dan paha kiri dimasukkan ke dalam koper. Sementara bagian lain dibuang ke daerah Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek.

Atas perbuatannya, Pengadilan Negeri Kediri menjatuhkan hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup kepada Rohmad. Namun, ia mengajukan banding, sehingga proses hukum masih berlangsung.

2. Kasus Mutilasi Pacet Mojokerto

Pada akhir Agustus 2025, kasus mutilasi yang dilakukan Alvi Maulana, 24 tahun, terhadap kekasihnya TAS, 25 tahun, menghebohkan publik. Alvi menikam leher kekasihnya dengan pisau dapur hingga meninggal dunia, lalu memutilasi tubuh TAS selama dua jam di sebuah indekos di Surabaya.

Kasus ini terungkap setelah warga Desa Pacet menemukan potongan telapak kaki manusia di semak-semak. Polisi menemukan total 76 potongan tubuh, termasuk kulit kepala, rambut, dan jaringan otot. Alvi mengaku membuang potongan-potongan itu layaknya sampah, dengan melemparkannya ke jurang Jalur Pacet-Cangar.

Alvi dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup atau pidana mati. Saat ini, kasus ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Mojokerto untuk proses persidangan.

3. Kasus Ibu Muda Mutilasi Bayi di Jember

Sepekan sebelum pergantian tahun 2025-2026, Jawa Timur kembali diguncang oleh kasus seorang ibu muda yang memutilasi bayinya sendiri. Rohmah, 19 tahun, warga Jember, membunuh dan memotong tubuh bayi laki-lakinya yang lahir prematur.

Rohmah melahirkan bayinya sendiri di dapur rumahnya, saat usia kehamilan hanya tujuh bulan. Setelah melahirkan, ia panik dan memutuskan untuk memutilasi bayi tersebut menggunakan cangkul. Kedua lengan bayi dipotong dan dibuang ke septic tank, sedangkan sisa tubuh dikubur di area pemakaman belakang rumah.

Rohmah mengaku bahwa bayi sudah dalam kondisi meninggal saat ia memotongnya. Ia juga mengatakan bahwa ia melakukan aksi tersebut untuk menghilangkan jejak. Saat ini, kasus ini sedang ditangani oleh Polres Jember, dengan fokus pada pemulihan kesehatan fisik Rohmah yang dirawat di Puskesmas Sumberbaru.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *