My WordPress Blog
Bisnis  

Didit Srigusjaya Panggil Perusahaan Kelapa Sawit Soal Harga TBS

DPRD Bangka Belitung akan Panggil Pabrik Sawit Terkait Keluhan Petani

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengumumkan rencana untuk memanggil perwakilan pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut. Pemanggilan ini dilakukan dalam rangka menanyakan kepastian terkait keluhan yang disampaikan oleh petani sawit mengenai harga Tanda Buah Segar (TBS) yang dinilai tidak sesuai dengan harapan.

Didit menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, DPRD akan mengundang seluruh pabrik sawit se-Bangka Belitung untuk mendiskusikan masalah ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menerima berbagai keluhan dari para petani terkait penurunan harga beli TBS oleh pabrik sawit.

“Provinsi Bangka Belitung sudah menetapkan Peraturan Gubernur tentang harga TBS. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa beberapa pabrik sawit membeli TBS di luar harga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah,” ujar Didit.

Harga TBS kelapa sawit untuk periode pertama (1–15 April 2026) telah resmi ditetapkan sebesar Rp 3.783 per kilogram pada Rabu (8/4/2026). Didit berharap agar pabrik sawit dapat membantu masyarakat dengan membeli TBS pada harga yang layak.

“Penting bagi pabrik sawit untuk membantu masyarakat dengan harga yang wajar, karena saat ini petani sawit menjadi salah satu penyumbang utama pergerakan ekonomi di Bangka Belitung,” ujarnya.

Penetapan Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman

Kabid Perkebunan DPKP Provinsi Bangka Belitung, Isa Anshorie, menjelaskan bahwa penentuan harga TBS sangat bergantung pada usia tanaman kelapa sawit. Untuk periode pertama April 2026, harga tertinggi mencapai Rp 3.783 per kilogram untuk tanaman umur 10–20 tahun, sementara harga terendah adalah Rp 3.088 per kilogram untuk tanaman umur 3 tahun. Rata-rata harga TBS berada di kisaran Rp 3.400 per kilogram.

Penetapan harga TBS dilakukan rutin dua kali dalam sebulan untuk memberikan kepastian harga bagi petani mitra di wilayah Bangka Belitung. Isa menekankan bahwa harga yang ditetapkan berlaku hanya untuk petani yang bekerja sama dengan perusahaan.

Faktor yang Mempengaruhi Harga TBS

Isa menjelaskan bahwa ada beberapa faktor teknis dan ekonomi yang memengaruhi harga TBS di tingkat pabrik. Salah satunya adalah kualitas buah. Buah yang bagus secara fisik belum tentu menghasilkan minyak yang optimal jika dipanen belum matang.

Selain itu, kondisi saat ini juga dipengaruhi oleh kenaikan biaya transportasi dan harga BBM. Hal ini turut memengaruhi harga TBS yang diterima oleh petani.

Ketergantungan pada Pengiriman CPO

Pihak DPKP masih melihat adanya ketergantungan Provinsi Bangka Belitung dalam pengiriman Crude Palm Oil (CPO) ke luar daerah seperti Belawan dan Riau. Untuk mengurangi ketergantungan ini, Isa menyarankan pembangunan pabrik pengolahan lebih lanjut di wilayah setempat.

“Kita butuh industri hilir di sini, agar nilai tambah lebih besar dan tidak terbebani biaya transportasi pengiriman keluar,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Pabrik Sawit

Didit Srigusjaya menegaskan pentingnya tindak lanjut terhadap keluhan masyarakat. Ia berharap pabrik sawit dapat segera merespons dengan memberikan harga yang layak kepada petani. Menurutnya, petani sawit merupakan tulang punggung perekonomian di Bangka Belitung.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *