My WordPress Blog

Jetour T2, SUV Chindo Paling Masculin di Indonesia



Di tengah maraknya mobil Tiongkok yang identik dengan elektrifikasi, Jetour T2 memilih jalur yang berbeda. Hal ini justru membuatnya terasa lebih familiar bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara yang klasik namun tetap modern.

Sebagian besar SUV dari Tiongkok menggunakan sistem elektrifikasi, baik hybrid maupun listrik. Ini wajar mengingat tren saat ini memang menuju mobil yang lebih ramah lingkungan. Namun, Jetour T2 hadir sebagai SUV bermesin bakar murni atau internal combustion engine (ICE) yang fokus pada kemampuan menjelajah di medan sulit.

Faktanya, konsumen yang menyukai mesin bakar masih banyak di Indonesia. Terutama di kelas Large SUV, yang diisi oleh merek besar seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Jetour T2 memiliki dimensi yang hampir sejajar dengan kedua mobil tersebut. Dengan ukuran 4.785×2.006×1.880 mm dan wheelbase 2.800 mm, Jetour T2 hanya sedikit lebih pendek daripada Fortuner, namun lebih lebar dan memiliki wheelbase yang lebih panjang.



Mesin bensin yang digunakan Jetour T2 memberikan keuntungan dalam hal kenyamanan berkendara. Dapur pacu yang lebih halus dan tenang memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan mobil elektrifikasi.

Mesin 2.000 cc turbo ini mampu menghasilkan daya hingga 245 ps (242 dk) dengan torsi maksimal 375 Nm sejak putaran 1.750 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke semua roda (AWD) melalui transmisi kopling ganda 7-percepatan. Transmisi ini biasanya digunakan pada mobil sport, namun kini juga diterapkan pada Jetour T2.

Saat uji coba 0-100 km/jam, Jetour T2 mampu mencapainya dalam waktu 8,4 detik, lebih cepat dari Toyota Fortuner 2.8 GR Sport 4×4 yang butuh 10,3 detik. Di mode manual, perpindahan gigi terasa sigap, dan posisi tuas transmisi yang berada di tengah konsol membuatnya lebih intuitif.



Namun, ada harga yang harus dibayar untuk kecepatan dan responsivitas Jetour T2. Transmisi kopling ganda memiliki kelemahan, yaitu terasa kikuk di kecepatan rendah. Hal ini juga terjadi pada Jetour T2, sehingga membuatnya kurang nyaman saat merayap di kemacetan.

Jetour T2 membutuhkan putaran mesin yang agak tinggi untuk start dari diam. Bagi pengemudi yang terbiasa dengan transmisi hidraulis atau CVT, mungkin butuh penyesuaian dengan karakter DCT (dual clutch transmission) ini.



Namun, ketika masuk ke medan off-road, Jetour T2 menunjukkan performa yang luar biasa. Dari 14 mobil yang ikut dalam program Parade Chindo, T2 adalah yang paling siap untuk melewati tantangan off-road.

Ban AT (all-terrain) yang digunakan menjaga traksi di medan licin, sementara sistem penggerak menggunakan locker untuk menghadapi rintangan yang lebih sulit. Mode berkendara seperti Normal, Eco, Sport, Snow, Mud, Sand, Rock, dan X Smart Mode memberikan fleksibilitas.

Di X Smart Mode, sistem secara pintar mengatur pembagian torsi di semua roda agar traksi terjaga. Jetour T2 mampu melewati obstacle mulai dari lumpur, tanjakan curam, hingga cekungan tanah. Ketika salah satu ban menggantung, locker menjadi solusi yang efektif.



Sudut-sudut krusial pada Jetour T2 juga menjadi keunggulan. Dengan approach angle 39 derajat, departure angle 33 derajat, dan ramp angle 25 derajat, bumper jarang mentok meski melewati tanjakan atau turunan yang terjal.

Dengan bodi monokok, mesin bertenaga, dan transmisi responsif, Jetour T2 terasa sigap dan nyaman di jalan raya. Sementara itu, locker pada sistem penggerak, sudut-sudut sasis yang tepat, dan mode X Smart Mode yang cerdas membuatnya tangguh di medan off-road.

Selain itu, desain Jetour T2 terasa lebih macho dibandingkan SUV Tiongkok lainnya. Bodi mengotak, fender besar, dan ban AT memberikan kesan yang lebih jantan. Postur tinggi menegaskan wibawanya saat bumper to bumper dengan mobil lain di keramaian.

Derum mesin bakar, dorongan saat transmisi berpindah gigi, dan sistem operasional yang mudah membuat Jetour T2 terasa familiar dengan masyarakat Indonesia. Dengan harga jual Rp 588 juta, Jetour T2 memiliki peluang besar untuk menarik konsumen SUV yang membutuhkan kapabilitas riil di berbagai medan.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *