Informasi Terkini tentang Gempa Bumi di Pacitan
BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,6 yang terjadi di barat daya Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (10/2/2026) pukul 05:51 WIB. Pusat gempa berada sekitar 87 km dari Pacitan, dengan koordinat 8.95 LS – 110.93 BT dan kedalaman 14 km. Laporan ini dirilis melalui kanal resmi BMKG, menunjukkan peran penting lembaga tersebut dalam pemantauan geofisika seperti gempa bumi dan potensi tsunami.
Pacitan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Jarak antara Pacitan dan ibu kota Jawa Timur, Surabaya, sekitar 272,1 km, tergantung rute yang dipilih. BMKG sebagai lembaga pemerintah non-kementerian bertugas untuk mengamati dan menganalisis cuaca, iklim, serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
Magnitudo gempa mengacu pada ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi, yang dihitung menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Gempa yang terjadi di Pacitan memiliki magnitudo 2,6, yang menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak terlalu besar. Namun, informasi ini tetap penting untuk diketahui agar masyarakat dapat memahami dampaknya.
BMKG juga menyebutkan bahwa waktu terjadinya gempa adalah sekitar pukul 05:51:28 WIB, dengan lokasi berada di titik koordinat 8.95LS, 110.93BT. Kedalaman gempa mencapai 14 km. Meskipun gempa ini tidak terlalu kuat, informasi lengkap bisa dilihat melalui media sosial resmi BMKG di X @infoBMKG.
Laporan BMKG menyertakan informasi mengenai skala MMI (Modified Mercalli Intensity), yang digunakan untuk menilai intensitas gempa. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.











