My WordPress Blog

Kronologi Tukang Ayam Geprek Terkejut Temukan Mayat di Freezer

Kronologi Penemuan Jenazah di Freezer Kios Ayam Geprek

Pada akhir pekan lalu, sebuah peristiwa yang menggemparkan terjadi di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Seorang pria ditemukan tewas di dalam freezer sebuah kios ayam geprek. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.

Pemilik usaha kios tersebut, AL, memberikan penjelasan tentang kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa saat peristiwa terjadi, dirinya sedang mudik ke kampung halaman pada momen lebaran. Selama masa mudik, ia mempercayakan pengelolaan kios kepada seorang petugas keamanan bernama Abdul Hamid, yang kemudian ditemukan meninggal dalam kondisi tidak wajar.

AL menjelaskan bahwa selama masa mudik, dirinya memiliki dua karyawan laki-laki yang juga pulang ke kampung. Namun, hanya Abdul yang bertugas menjaga kios. Menurut AL, Abdul bekerja sebagai tenaga freelance dan biasanya bekerja sendirian.

Pada Jumat (27/3/2026), AL mencoba menghubungi kedua karyawan tersebut melalui pesan singkat WhatsApp. Tujuannya adalah untuk menanyakan persiapan jualan ayam yang akan dimulai kembali pada Sabtu (28/3/2026) setelah libur. Dari komunikasi tersebut, AL mendapatkan jawaban bahwa kedua karyawan sedang dalam perjalanan menuju kios dan hampir sampai ke lokasi.

Namun, setelah itu, AL tidak lagi menerima respons dari kedua karyawan tersebut. Hal ini membuatnya cemas dan curiga. Akhirnya, AL memutuskan untuk kembali ke kios dari kampung halamannya.

Sesampainya di kios pada dini hari Sabtu (28/3/2026), AL melihat rolling door dalam kondisi sedikit terbuka. Ia mencoba mengintip dari celah tersebut dan melihat kondisi di dalam kios yang terlihat sepi. Setelah itu, ia memanggil tukang yang memiliki kunci kios untuk membukakan pintu.

Setelah masuk ke dalam kios, AL tidak melihat dua karyawan dan Abdul. Saat itu, ia tidak ingin terlalu khawatir dan langsung bergegas mengolah daging ayam yang akan dijual. Tapi ketika membuka freezer untuk mengambil daging, ia menemukan sesuatu yang tidak biasa: ada gulungan selimut menggumpal di dalam.

Untuk memastikan isi selimut tersebut, AL mencoba mengirisnya menggunakan pisau. Setelah diiris, ternyata isinya adalah kulit manusia. Ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat.

Ketika polisi tiba di lokasi dan membuka selimut tersebut, benar saja, itu adalah jenazah Abdul. AL mengaku tidak sanggup melihat kondisi jenazah secara detail. Ia hanya sempat melihat bagian wajah korban sebelum menutup kembali freezer tersebut.

Jenazah kemudian dibawa oleh pihak kepolisian ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi. Diperkirakan jenazah telah berada di dalam freezer selama empat hingga lima hari dalam kondisi dibungkus selimut dan pakaian.

Pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Empat personel dari tim identifikasi hadir dan mengenakan sarung tangan berwarna biru selama proses olah TKP berlangsung. Mereka didampingi oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota.

Penemuan jenazah tersebut mengejutkan warga sekitar. Salah satu warga, Ali, menyebutkan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan pegawai di kios tersebut. Menurutnya, penemuan itu terjadi pada Sabtu (28/3/2026) dan polisi membawa jenazah menggunakan kantong mayat.

Ali juga mengungkapkan bahwa korban dikenal dengan panggilan Pak Bedul. Meski identitas lengkapnya belum diketahui, diperkirakan korban berusia sekitar 45 tahun dan dikenal ramah serta mudah bergaul.

Warga lainnya, Elin, mengatakan bahwa terakhir kali ia melihat korban adalah pada malam takbiran menjelang Idul Fitri. Saat itu, korban masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *